JABARONLINE.COM - Pemain kunci Manchester City, Rodri, kini harus menanggung konsekuensi berat atas ungkapan kekecewaannya kepada media usai pertandingan Liga Inggris pekan lalu. Sanksi ini datang langsung dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sebagai respons terhadap pernyataan sang pemain.

Keputusan resmi mengenai hukuman tersebut diumumkan oleh FA pada hari Senin, tepatnya tanggal 9 Maret 2026. Denda yang harus dibayarkan Rodri setara dengan £ 80.000, atau jika dikonversi nilainya mencapai sekitar Rp 1,6 miliar.

Insiden ini bermula dari laga krusial Manchester City yang berakhir imbang 2-2 melawan Tottenham Hotspur. Hasil imbang tersebut tentu menyisakan rasa getir bagi skuad asuhan Pep Guardiola.

Pemain tim nasional Spanyol yang kini berusia 29 tahun itu memang meluapkan rasa frustrasinya secara terbuka. Kekesalan Rodri terpusat pada salah satu keputusan kontroversial yang dibuat oleh wasit di tengah pertandingan.

Keputusan kontroversial yang dipermasalahkan adalah ketika gol dari penyerang Tottenham, Dominic Solanke, tetap disahkan oleh perangkat pertandingan. Momen ini menjadi titik balik emosional bagi kubu The Citizens.

Rodri menyoroti adanya potensi pelanggaran yang terjadi sesaat sebelum bola bersarang di gawang City. Menurut analisis tayangan ulang yang tersedia, Solanke tampak melakukan kontak fisik yang meragukan.

"Dalam tayangan ulang, Solanke terlihat mengenai bagian belakang kaki bek tengah Manchester City, Marc Guehi, sebelum mencetak gol," demikian deskripsi mengenai momen yang dipersoalkan tersebut.

Komentar yang dilontarkan Rodri kepada awak media pasca pertandingan itulah yang kemudian memicu investigasi dan berujung pada pemberian sanksi resmi dari badan otoritas sepak bola Inggris.

Meskipun telah menerima denda yang signifikan, Rodri juga mendapatkan peringatan resmi dari FA terkait perilakunya dan pernyataannya di hadapan publik. Hal ini menegaskan batasan dalam mengkritik keputusan wasit pasca laga.