Kab. Bogor - Ratusan massa yang tergabung dalam Resolusi Mahasiswa Bogor (RMB) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jalan Tegar Beriman, Senin (23/2/2026).

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya pada 5 Februari 2026. RMB menegaskan konsistensinya dalam mengkritisi sejumlah program yang bersumber dari skema Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026, yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.

Soroti Anggaran Videotron Rp120 Miliar

Ketua RMB, Mahdi, menyatakan pihaknya mempertanyakan rencana pengadaan videotron, microphone, dan sound system dengan nilai anggaran mencapai Rp100–120 miliar yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor.

Menurutnya, pada aksi sebelumnya DPRD Kabupaten Bogor belum memberikan jawaban maupun klarifikasi resmi atas substansi tuntutan mahasiswa.

“Kami mempertanyakan urgensi pengadaan videotron dan perangkat pendukungnya dengan nilai fantastis tersebut. Hingga kini belum ada penjelasan transparan dari DPRD,” ujar Mahdi dikutip harianlenteraindonesia.co.id

RMB menilai sikap tersebut mencerminkan lemahnya akuntabilitas publik dan kurangnya transparansi dalam tata kelola anggaran daerah.

Dinilai Tidak Prioritaskan Kebutuhan Olahraga

Dalam aksinya, RMB menekankan bahwa penyusunan anggaran daerah seharusnya berlandaskan prinsip skala prioritas, efektivitas, efisiensi, serta kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat.