Kab. BogorKabupaten Bogor kembali menorehkan langkah strategis dalam penguatan peran masjid di era digital. Program digitalisasi masjid yang digagas Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bogor bersama iSalaam dan Bank BJB Syariah mendapat kehormatan untuk dipresentasikan langsung di Istana Negara.

Presentasi tersebut berlangsung di hadapan Kepala Staf Presiden, Muhammad Qodari, beserta jajaran. Momentum ini menjadi sinyal bahwa inisiatif digitalisasi masjid dari Kabupaten Bogor mendapat perhatian di tingkat nasional.

Program ini bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata transformasi tata kelola masjid menuju sistem yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Melalui digitalisasi, masjid didorong memiliki:

  • Database terpadu dan terverifikasi
  • Sistem administrasi serta laporan keuangan berbasis digital
  • Pengelolaan infak, zakat, dan donasi yang lebih transparan
  • Integrasi dengan perbankan syariah
  • Platform layanan jamaah dan pemberdayaan umat

Salah satu masjid yang digagas menjadi percontohan adalah Masjid Nurul Wathon. Masjid ini diproyeksikan sebagai model transformasi digital berbasis ekosistem pemberdayaan, yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada penguatan fungsi sosial dan ekonomi umat.

Digitalisasi masjid di Kabupaten Bogor menitikberatkan pada transparansi pengelolaan keuangan, akuntabilitas administrasi, serta optimalisasi peran masjid sebagai pusat peradaban dan penggerak ekonomi masyarakat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari visi besar menjadikan Kabupaten Bogor sebagai role model nasional dalam pengembangan ekosistem digital masjid. Dari pembangunan infrastruktur fisik, kini arah kebijakan diperluas pada pembangunan infrastruktur digital dan tata kelola kelembagaan masjid.

Dengan dukungan berbagai pihak, transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik serta memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat di era modern. ***