Performa mata uang Garuda menunjukkan taji yang signifikan pada penutupan perdagangan hari ini. Nilai tukar rupiah berhasil mencatatkan rapor hijau di tengah fluktuasi pasar finansial global yang dinamis. Investor merespons positif pergerakan aset domestik yang mulai menunjukkan ketangguhannya kembali terhadap tekanan mata uang asing.
Berdasarkan data pasar pada Kamis (26/2/2026), rupiah ditutup menguat sebanyak 41 poin dari posisi sebelumnya. Saat ini, kurs mata uang Indonesia bertengger di level Rp 16.759 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pemulihan yang cukup berarti jika dibandingkan dengan penutupan kemarin yang berada di angka Rp 16.800.
Penguatan ini terjadi di Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional yang terus memantau pergerakan kurs secara intensif. Meskipun sempat dibayangi ketidakpastian global, sentimen pasar domestik nyatanya tetap terjaga dengan sangat baik. Para pelaku pasar nampak mulai melakukan aksi beli yang mendorong apresiasi nilai tukar rupiah di pasar spot.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memberikan pandangannya terkait fenomena penguatan mata uang Garuda tersebut. Ia menyatakan bahwa kondisi ini dipicu oleh perhatian investor yang sedang tertuju pada dinamika geopolitik internasional. Fokus utama pasar saat ini adalah memantau perkembangan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah tersebut secara tidak langsung mempengaruhi preferensi risiko para investor di skala global. Meskipun ada kekhawatiran besar, rupiah justru mampu memanfaatkan celah untuk menguat terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Hal ini mencerminkan adanya kepercayaan pasar terhadap stabilitas fundamental ekonomi Indonesia di tengah konflik.
Dinamika geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat terus menjadi variabel kunci dalam penentuan arah investasi saat ini. Ketidakpastian di wilayah tersebut membuat dolar AS mengalami tekanan yang cukup merata di berbagai pasar Asia. Situasi ini dimanfaatkan oleh mata uang regional, termasuk rupiah, untuk bergerak menjauh dari zona merah.
Para pengamat memprediksi pergerakan rupiah akan tetap fluktuatif namun cenderung stabil dalam beberapa hari ke depan. Fokus pasar akan terus tertuju pada berita-berita terbaru dari kancah diplomasi internasional yang mempengaruhi harga komoditas dunia. Keberhasilan rupiah bertahan di level Rp 16.700-an menjadi sinyal positif bagi ketahanan ekonomi nasional.
Sumber: Beritasatu
