JABARONLINE.COM - Keputusan mengejutkan datang dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang secara resmi menjatuhkan sanksi tambahan kepada salah satu pilar penting Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto. Sanksi ini dipastikan akan memaksanya absen membela Bajul Ijo dalam beberapa pertandingan krusial ke depan.

Sanksi tegas tersebut meliputi larangan bermain dalam dua pertandingan resmi serta kewajiban membayar denda sebesar Rp 10 juta. Keputusan ini mengikat dan harus segera dipatuhi oleh pemain yang bersangkutan.

Penjatuhan sanksi ini merupakan hasil dari sidang Komdis PSSI yang telah dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2026. Sidang tersebut membahas secara mendalam berbagai temuan terkait pelanggaran yang terjadi di lapangan hijau.

Keputusan final ini secara spesifik merujuk pada sebuah insiden yang terjadi selama berlangsungnya laga penting dalam kompetisi Super League musim 2025/2026. Insiden tersebut menjadi sorotan utama dalam evaluasi Komdis.

Pertandingan yang menjadi latar belakang sanksi ini adalah duel antara tuan rumah Persijap Jepara melawan tim tamu Persebaya Surabaya. Duel ini berlangsung sengit di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada hari Sabtu, 21 Februari 2026.

"Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi tambahan kepada pemain Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, berupa larangan bermain dua pertandingan serta denda Rp 10 juta," dilansir dari Beritasatu.com.

Lebih lanjut, sumber berita menyatakan bahwa penetapan hukuman ini merupakan hasil dari proses kajian mendalam mengenai tata tertib kompetisi. "Sanksi tersebut diputuskan dalam sidang Komdis PSSI pada 25 Februari 2026," imbuhnya.

Dampak dari sanksi ini tentu akan sangat terasa bagi strategi tim Persebaya Surabaya, mengingat peran krusial Irianto di lini pertahanan atau lini tengah timnya. Absennya sang pemain dipastikan akan menjadi tantangan besar bagi pelatih kepala.

Keputusan mengenai insiden tersebut juga menjadi penegasan bahwa PSSI tidak akan menoleransi pelanggaran berat yang dapat mengganggu sportivitas. Hal ini menegaskan komitmen badan otoritas sepak bola Indonesia untuk menjaga marwah kompetisi.