Keberhasilan di kancah olahraga internasional tidak lagi cukup hanya mengandalkan bakat alamiah semata. Diperlukan fondasi yang kuat, terutama melalui infrastruktur modern dan sistem pembinaan atlet yang terstruktur sejak usia dini.
Kesenjangan fasilitas pelatihan antara pusat dan daerah menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi oleh pemangku kepentingan olahraga nasional. Banyak pusat pelatihan yang ada saat ini belum memenuhi standar teknologi dan *sport science* terkini, menghambat potensi maksimal atlet.
Fokus pada pembangunan infrastruktur dan pembinaan usia muda merupakan investasi jangka panjang yang krusial untuk menjaga keberlanjutan prestasi. Negara-negara kompetitor telah lama mengadopsi model pelatihan berbasis data dan fasilitas kelas dunia untuk mencetak juara.
Seorang pengamat olahraga nasional menekankan bahwa alokasi anggaran harus lebih difokuskan pada program pengembangan, bukan hanya kegiatan seremonial. Menurutnya, fasilitas yang memadai akan menarik minat generasi muda dan menjamin regenerasi atlet berkualitas.
Peningkatan kualitas sarana olahraga tidak hanya berdampak pada performa atlet, tetapi juga mendorong ekosistem industri olahraga yang lebih sehat. Fasilitas yang terawat baik dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat, meningkatkan kesehatan publik, dan potensi *sport tourism*.
Beberapa federasi olahraga kini mulai mengintegrasikan teknologi *sport science* dalam program pelatihan harian mereka, sebuah langkah maju menuju modernisasi. Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pusat pelatihan untuk mengidentifikasi talenta potensial sejak dini.
Menciptakan kejayaan olahraga yang berkelanjutan memerlukan komitmen jangka panjang dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dengan fondasi infrastruktur yang kuat dan sistem pembinaan yang terintegrasi, impian Indonesia menjadi kekuatan olahraga dunia akan semakin realistis.
.png)
.png)
