Pergerakan harga emas di pasar global kembali menunjukkan tren positif pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Komoditas logam mulia ini mengalami kenaikan tipis di tengah dinamika ekonomi yang sedang fluktuatif. Investor kini mulai mengalihkan fokus mereka untuk mengamankan aset di tengah situasi pasar yang belum menentu.
Melansir laporan dari London, harga emas spot terpantau merangkak naik sebesar 0,1 persen dari posisi sebelumnya. Angka tersebut bergeser dari level US$ 5.168,90 per ons menjadi US$ 5.174,07 per ons pada penutupan perdagangan. Kenaikan nilai ini setara dengan peningkatan sekitar US$ 5,17 per ons bagi para pemegang aset fisik.
Penguatan harga si kuning ini didorong oleh meningkatnya spekulasi terkait arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Kekhawatiran mengenai penerapan tarif baru oleh pemerintah AS menciptakan gelombang ketidakpastian di pasar internasional. Kondisi geopolitik dan ekonomi tersebut memaksa pelaku pasar untuk mencari perlindungan pada instrumen investasi yang lebih stabil.
Emas kembali membuktikan perannya sebagai aset safe haven utama di saat risiko pasar meningkat tajam. Minat beli investor melonjak karena mereka berupaya memitigasi potensi kerugian dari sektor investasi lainnya. Ketegangan kebijakan ekonomi di Washington menjadi katalisator utama yang menjaga momentum penguatan harga logam mulia tersebut.
Namun, tren berbeda justru terjadi pada sektor kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April mendatang. Instrumen ini tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,7 persen dalam sesi perdagangan yang sama di bursa komoditas. Penurunan ini menunjukkan adanya dinamika internal yang berbeda antara pasar spot dan pasar berjangka saat ini.
Secara nominal, kontrak emas berjangka tersebut terkoreksi dari level US$ 5.227,09 per ons menjadi US$ 5.190,30 per ons. Pelemahan harga ini setara dengan penyusutan nilai sekitar US$ 36,79 per ons dalam periode waktu yang sangat singkat. Fluktuasi tajam ini mencerminkan tingginya volatilitas yang sedang melanda pasar keuangan global di akhir Februari.
Meskipun terdapat perbedaan performa antara emas spot dan berjangka, sentimen pasar secara keseluruhan masih dipengaruhi kebijakan AS. Para analis memperkirakan pergerakan harga akan tetap sensitif terhadap pernyataan resmi pemerintah terkait tarif perdagangan. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan berita ekonomi terbaru guna mengambil langkah investasi yang tepat.
Sumber: Beritasatu
