JABARONLINE.COM – Kebakaran melanda sebuah gudang paket bekas PT Parindo yang berlokasi di Kampung Bojong, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (14/12/2025) siang. Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga sekitar setelah kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari jarak cukup jauh.
Berdasarkan informasi di lapangan, api pertama kali terlihat membesar dari bagian dalam gudang sekitar pukul 11.00 WIB. Sejumlah karyawan yang berada di lokasi langsung menyelamatkan diri, sementara warga sekitar membantu mengamankan barang-barang di sekitar area kebakaran.
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan kejadian. Sedikitnya lima unit mobil pemadam kebakaran, termasuk bantuan dari wilayah sekitar, diterjunkan untuk menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Warga Cluster Virginia Kota Wisata Cibubur Protes Proyek Gedung 7 Lantai, Minta Dihentikan
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan bahwa objek yang terbakar merupakan gudang distribusi berbagai barang yang mudah terbakar.
“Gudang ini sudah beroperasi sekitar satu tahun. Di dalamnya terdapat berbagai barang distribusi seperti spray, pembersih AC mobil, hingga kosmetik yang mengandung gas, sehingga asap yang ditimbulkan sangat pekat,” ujar Yudi.
Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat diwarnai ledakan-ledakan kecil dari dalam gudang yang diduga berasal dari kemasan spray. Meski demikian, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.00 WIB.
“Kami menurunkan empat unit damkar dari Kabupaten Bogor, ditambah satu unit bantuan, serta satu unit pendukung. Alhamdulillah api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan lain,” katanya.
Terkait penyebab kebakaran, Yudi menyebut dugaan sementara api dipicu oleh suhu panas berlebih di dalam gudang. Berdasarkan keterangan karyawan, sumber api berasal dari bagian tengah bangunan yang minim ventilasi dan hanya menggunakan blower kecil.
“Situasi saat itu cukup panas. Kondisi bangunan juga cenderung menahan panas, sehingga diduga memicu kebakaran,” jelasnya.
.png)
.png)
