Dinamika industri nikel dan material baterai di tanah air kini memasuki babak baru yang sangat kompetitif. Fokus persaingan yang sebelumnya berpusat di wilayah pertambangan Sulawesi dan Maluku kini mulai merambah ke lantai bursa. Fenomena ini ditandai dengan langkah strategis investor global yang mulai mengincar emiten lokal berkapitalisasi kecil.

PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) secara mengejutkan mengumumkan rencana perubahan pengendali perusahaan dalam waktu dekat. Perusahaan yang dikenal luas sebagai produsen tinta merek Blueprint ini telah menandatangani kesepakatan penting terkait kepemilikan saham. Langkah hukum tersebut berupa penandatanganan Conditional Shares Purchase Agreement (CSPA) dengan pihak investor asing.

Calon pengendali baru yang akan mengambil alih saham BLUE adalah Dragonmine Mining (Hong Kong) Limited. Perusahaan asal Hong Kong tersebut dikenal sebagai pemain besar dalam industri material baterai lithium di level dunia. Kehadiran mereka di pasar modal Indonesia diprediksi akan mengubah peta persaingan bisnis energi hijau secara signifikan.

Manajemen perseroan memberikan konfirmasi bahwa proses akuisisi ini sedang berjalan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku. Dragonmine Mining nantinya akan bertindak sebagai calon pengendali baru yang membawa visi besar bagi masa depan perseroan. Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat ketertarikan investor global terhadap potensi hilirisasi di Indonesia.

Masuknya raksasa material baterai ini diperkirakan akan memberikan dampak besar bagi kinerja saham BLUE di masa depan. Investor melihat langkah akuisisi emiten berkapitalisasi kecil sebagai pintu masuk yang sangat efisien bagi pemain global. Transformasi bisnis dari sektor perlengkapan kantor menuju industri energi kini menjadi sorotan utama para pelaku pasar.

Saat ini, publik masih menanti detail lebih lanjut mengenai nilai transaksi dan skema pengambilalihan saham tersebut secara menyeluruh. Proses administratif serta pemenuhan persyaratan dalam CSPA terus dilakukan oleh kedua belah pihak secara intensif. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan serta memperluas jangkauan bisnis perseroan.

Pergeseran tren investasi dari sektor tambang fisik ke instrumen pasar modal menunjukkan kematangan ekosistem nikel nasional. Fenomena akuisisi BLUE oleh Dragonmine Mining menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan industri baterai lithium di Indonesia. Ke depannya, lantai bursa diprediksi akan semakin ramai oleh aksi korporasi serupa dari pemain global lainnya.

Sumber: Beritasatu

https://www.beritasatu.com/ekonomi/2970054/raksasa-baterai-global-masuk-bei-lewat-akuisisi-blue