Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa parkir di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (26/2/2026). Pergerakan pasar modal domestik hari ini menunjukkan tekanan jual yang cukup masif sejak pembukaan perdagangan pagi. Kondisi tersebut membuat para investor cenderung bersikap waspada di tengah fluktuasi harga yang sangat dinamis.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG terpantau longsor sebesar 67,04 poin atau setara dengan pelemahan 0,81%. Posisi indeks kini tertahan pada level 8.255,18 setelah sempat bergerak cukup volatil sepanjang paruh pertama hari ini. Rentang pergerakan indeks tercatat berada di kisaran 8.236 hingga menyentuh level tertinggi pada angka 8.358.

Pelemahan yang terjadi pada sesi pertama ini mencerminkan sentimen pasar yang sedang berada di bawah tekanan cukup berat. Meskipun sempat mencoba bangkit, indeks tidak mampu bertahan dari aksi ambil untung yang dilakukan oleh para pelaku pasar. Situasi ini memicu koreksi yang cukup dalam dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari perdagangan sebelumnya.

Menariknya, di tengah keterpurukan indeks secara keseluruhan, terdapat sejumlah emiten yang justru menunjukkan performa gemilang. Sebanyak enam saham berhasil masuk ke dalam jajaran top gainers dan mencuri perhatian besar para pemodal. Pergerakan saham-saham pilihan ini seolah melawan arus pelemahan pasar yang sedang berlangsung secara umum di bursa.

Dari daftar saham yang menguat tersebut, terdapat dua emiten yang mencatatkan kenaikan harga paling spektakuler. Kedua saham ini berhasil melesat hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) pada penutupan sesi pertama perdagangan. Lonjakan harga yang signifikan ini menjadi oase di tengah lesunya perdagangan bursa saham Jakarta sepanjang hari ini.

Pergerakan fluktuatif di kisaran 8.236 hingga 8.358 menunjukkan adanya tarik-menarik kepentingan antara pembeli dan penjual di lantai bursa. Meski tekanan jual mendominasi, minat beli pada beberapa saham tertentu tetap terjaga dengan sangat kuat. Hal ini membuktikan bahwa peluang keuntungan tetap terbuka bagi investor yang jeli dalam memilih instrumen investasi.

Para pelaku pasar kini menantikan arah pergerakan indeks pada perdagangan sesi kedua yang akan segera dimulai. Fokus investor diperkirakan tetap tertuju pada stabilitas ekonomi makro serta rilis laporan kinerja emiten terbaru. Penutupan sesi I ini menjadi indikator penting bagi strategi perdagangan saham hingga akhir hari nanti.

Sumber: Beritasatu

https://www.beritasatu.com/ekonomi/2970964/ihsg-sesi-i-hari-ini-anjlok-081-persen-6-saham-justru-melesat