Laju positif pasar modal Indonesia akhirnya harus terhenti secara mendadak pada penutupan perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan momentum penguatannya setelah tertekan sepanjang sesi. Kondisi ini membawa kekhawatiran baru bagi para pelaku pasar yang sebelumnya mengharapkan reli berkelanjutan.

Berdasarkan data perdagangan hari Kamis (26/2/2026), indeks komposit tersebut tergelincir cukup dalam sebesar 1,04 persen. IHSG mengalami penyusutan sebanyak 86,97 poin yang membuatnya parkir di level 8.235,2 pada akhir sesi. Penurunan ini mencerminkan adanya aksi ambil untung yang cukup masif terjadi di lantai bursa.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau sangat dinamis dengan nilai transaksi mencapai Rp 27,9 triliun. Meskipun nilai transaksi cukup jumbo, dominasi tekanan jual terlihat sangat jelas di berbagai sektor saham strategis. Investor tampak lebih memilih untuk mengamankan posisi di tengah ketidakpastian pasar yang tiba-tiba meningkat.

Statistik menunjukkan bahwa sebanyak 594 saham berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan sore ini. Sebaliknya, hanya terdapat 157 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan harga di tengah gempuran aksi jual para pemodal. Sementara itu, sebanyak 207 saham lainnya terpantau bergerak stagnan tanpa mengalami perubahan harga yang berarti.

Volume perdagangan saham secara keseluruhan tercatat menembus angka yang sangat besar yakni 54,03 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi yang terjadi di pasar modal hari ini juga tergolong sangat tinggi mencapai 3,09 juta kali. Angka-angka ini menunjukkan volatilitas yang luar biasa besar dalam satu hari perdagangan penuh di Jakarta.

Jakarta menjadi saksi bagaimana sentimen negatif mulai membayangi pergerakan harga saham di pasar reguler sepanjang hari ini. Penurunan yang terjadi sekaligus mengakhiri tren positif yang sempat dibangun dengan kuat pada hari-hari sebelumnya. Para analis mulai menyoroti berbagai faktor internal maupun eksternal yang memicu terjadinya koreksi tajam tersebut.

Koreksi IHSG yang menembus angka satu persen ini menjadi sinyal waspada bagi para pemangku kepentingan di industri keuangan. Penutupan di level 8.235,2 menandai babak baru bagi pergerakan indeks di sisa pekan terakhir bulan Februari. Pelaku pasar kini menanti apakah bursa mampu melakukan teknikal rebound pada sesi perdagangan esok hari.

Sumber: Beritasatu

https://www.beritasatu.com/ekonomi/2971056/gagal-lanjutkan-penguatan-ihsg-hari-ini-tergelincir-104-persen