Umat Muslim di Kota Ambon kini tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1447 H dengan penuh khidmat. Memasuki hari Rabu, 25 Februari 2026, informasi mengenai waktu berbuka puasa menjadi hal yang paling dinantikan oleh warga setempat. Penentuan waktu ini sangat krusial guna memastikan kelancaran ibadah harian bagi masyarakat yang beraktivitas di pusat kota maupun mereka yang sedang melaut.

Berdasarkan data resmi imsakiyah untuk wilayah Kota Ambon dan sekitarnya, waktu Maghrib atau berbuka puasa pada hari Rabu ini jatuh pada pukul 18:42 WIT. Suara bedug dan kumandang azan dari Masjid Raya Al-Fatah akan menjadi penanda bagi ribuan warga di "Manise" untuk membatalkan puasa mereka. Selain waktu berbuka, warga juga perlu memperhatikan waktu Imsak untuk keesokan harinya, Kamis, 26 Februari, yang jatuh pada pukul 05:11 WIT.

Suasana menjelang berbuka di Ambon terpantau sangat meriah, terutama di titik-titik pusat penjualan takjil. Kawasan sepanjang Jalan Sultan Babullah dan area Batu Merah mulai dipadati warga yang mencari kuliner khas Maluku seperti asida atau kue pelita. Meskipun cuaca di wilayah Maluku cenderung fluktuatif, antusiasme masyarakat dalam menyambut waktu berbuka pukul 18:42 WIT tersebut tetap terlihat sangat tinggi.

Pihak berwenang setempat menghimbau agar masyarakat tetap menjaga ketertiban di jalan raya saat jam-jam kritis menjelang azan Maghrib. Mengingat kepadatan arus lalu lintas yang meningkat menjelang pukul 18.00 WIT, warga diminta untuk tidak terburu-buru demi keselamatan bersama. Momen berbuka puasa di pertengahan pekan ini diharapkan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi di lingkungan masing-masing.

Bagi masyarakat yang ingin merencanakan ibadah di hari berikutnya, jadwal salat Subuh untuk hari Kamis besok tercatat pada pukul 05:21 WIT. Konsistensi waktu ini diharapkan dapat membantu warga dalam mengatur pola istirahat dan persiapan sahur dengan lebih baik. Pemerintah daerah melalui kementerian terkait memastikan bahwa sinkronisasi waktu ibadah di seluruh masjid di Ambon sudah terkoordinasi dengan akurat.

Digitalisasi jadwal melalui aplikasi ponsel juga sangat disarankan bagi warga yang memiliki mobilitas tinggi agar tetap terpantau secara presisi. Dengan hanya bermodalkan ponsel, warga bisa mendapatkan notifikasi real-time saat waktu berbuka tiba, sehingga tidak ada keraguan saat akan membatalkan puasa. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan layanan informasi keagamaan yang lebih modern dan cepat.

Sebagai penutup, semangat berbagi dan menjaga kerukunan di Kota Ambon diharapkan terus terjaga hingga datangnya hari kemenangan Idul Fitri mendatang. Momen Ramadan tahun 2026 ini diharapkan menjadi ajang untuk memperkuat toleransi yang sudah menjadi jati diri masyarakat Maluku. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh umat Muslim di Kota Ambon dan sekitarnya.