JABARONLINE.COM - Suasana di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu mendadak diselimuti ketegangan pada Selasa pagi, 7 April 2026. Kedatangan sejumlah penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu menjadi pusat perhatian seluruh staf rumah sakit.
Kehadiran tim penyidik tersebut bukanlah tanpa alasan mendasar, melainkan merupakan bagian dari proses penyelidikan resmi yang sedang berlangsung. Fokus utama penyelidikan ini tertuju pada dugaan praktik korupsi dalam proses rekrutmen tenaga non-ASN.
Dugaan penyimpangan ini diduga telah terjadi selama kurun waktu beberapa tahun terakhir di lingkungan RSKJ Soeprapto Bengkulu. Pihak kepolisian kini tengah mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut.
Penyelidikan ini secara spesifik menyoroti proses penerimaan 93 pegawai non-ASN yang diduga tidak berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan. Indikasi adanya praktik tidak etis mulai muncul ke permukaan selama investigasi berjalan.
Dalam rangkaian penyelidikan tersebut, penyidik dilaporkan telah menemukan indikasi kuat adanya transaksi finansial yang mencurigakan. Hal ini mengarah pada dugaan keterlibatan uang pelicin dalam proses penerimaan pegawai tersebut.
Selain transaksi uang, penyidik juga menemukan adanya indikasi 'titipan' atau intervensi dari pihak-pihak tertentu dalam proses seleksi tenaga kerja. Temuan ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik korupsi sistematis.
"Kedatangan tim penyidik ini berkaitan dengan penyelidikan dugaan korupsi rekrutmen tenaga non ASN yang diduga terjadi dalam beberapa tahun terakhir," dilansir dari BisnisMarket.com, mengenai alasan kedatangan tim dari Polda Bengkulu.
Penyidik Polda Bengkulu kini tengah mendalami setiap tahapan rekrutmen tersebut untuk memastikan sejauh mana praktik korupsi tersebut telah merambah sistem kepegawaian di rumah sakit jiwa tersebut. Proses ini diharapkan dapat mengungkap fakta yang sesungguhnya.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan demi menjaga integritas institusi publik, terutama di sektor layanan kesehatan vital seperti RSKJ Soeprapto Bengkulu.
