JABARONLINE.COM - Kabar kurang mengenakkan menyelimuti kubu Tim Nasional Indonesia menjelang agenda internasional mendatang. Gelandang sayap berbakat, Miliano Jonathans, dilaporkan mengalami cedera serius saat tengah bertanding untuk klubnya, Excelsior.
Insiden ini terjadi dalam lanjutan kompetisi Eredivisie Belanda, tepatnya pada hari Minggu (8/3/2026). Momen krusial tersebut berlangsung di Stadion Woudestein, Rotterdam, saat Excelsior menghadapi SC Heerenveen.
Miliano, yang akrab dijuluki "Pangeran Depok" oleh para pendukungnya, terlihat menahan sakit hebat setelah terlibat bentrokan fisik dengan salah satu pemain lawan. Raut kesakitan yang ditunjukkannya segera menimbulkan kekhawatiran di bangku cadangan.
Tantangan Berat Hadapi Real Madrid, Guardiola Tekankan Pentingnya Kesempurnaan Manchester City
Setelah dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, diagnosis yang dikonfirmasi adalah robekan pada ligamen lutut anterior atau yang dikenal sebagai anterior cruciate ligament (ACL). Cedera jenis ini umumnya memerlukan waktu pemulihan yang cukup panjang.
Dampak langsung dari cedera ini adalah dipastikan absennya Miliano Jonathans dalam rangkaian pertandingan FIFA Series 2026. Ajang penting tersebut dijadwalkan akan bergulir pada akhir Maret tahun ini.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdmann, sejatinya telah menaruh harapan besar pada pemain tersebut. Nama Miliano masuk dalam daftar awal 41 pemain yang dipanggil untuk menghadapi agenda resmi FIFA tersebut.
Kehilangan Miliano jelas menjadi pukulan telak bagi komposisi timnas, mengingat kontribusinya sangat diharapkan dalam persiapan menuju turnamen besar selanjutnya. Skuad Garuda kini harus segera mencari opsi pengganti.
Situasi ini menjadi tantangan baru bagi staf kepelatihan untuk segera menyusun strategi alternatif tanpa kehadiran sang gelandang sayap. Dukungan moral dari rekan setim pun mengalir deras untuk pemulihan Miliano.
"Pemain yang mendapat julukan Pangeran Depok itu meringis kesakitan ketika dilanggar pemain SC Heerenveen pada laga lanjutan Eredivisie, di Stadion Woudestein, Rotterdam, Minggu (8/3/2026)," demikian dilansir dari Beritasatu.com mengenai kronologi kejadian.
