JABARONLINE.COM - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengambil langkah proaktif dengan memimpin langsung pemantauan arus balik pasca-Lebaran tahun 2026. Kegiatan pemantauan ini berpusat di titik vital penyeberangan, yaitu Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Langkah pengawasan langsung ini diambil demi mencapai tujuan utama, yakni memastikan bahwa seluruh proses penyeberangan pemudik dapat terlaksana tanpa ditemui hambatan berarti di lapangan. Hal ini menunjukkan keseriusan institusi kepolisian dalam mengamankan momen krusial tersebut.

Fokus utama dari peninjauan yang dilakukan oleh Kapolri adalah pengamanan pergerakan pemudik yang diperkirakan masuk dalam gelombang kedua. Gelombang kedua ini menjadi perhatian khusus mengingat volume kendaraan yang kembali ke Pulau Jawa diprediksi cukup tinggi.

Para pemudik dari wilayah Sumatera dijadwalkan akan mulai menyeberang kembali menuju Pulau Jawa pada periode waktu yang telah ditetapkan ini. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan di pelabuhan tersebut.

"Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, siang ini memimpin langsung pemantauan arus balik pasca-Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung," dilansir dari BISNISMARKET.COM.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri untuk meminimalisir potensi kemacetan atau isu keamanan selama masa puncak arus balik Idul Fitri. Pengamanan ekstra ini diharapkan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak kembali beraktivitas.

"Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan seluruh proses penyeberangan berjalan tanpa hambatan berarti," ujar salah satu perwakilan kepolisian di lokasi, merujuk pada misi utama peninjauan tersebut.

Pihak kepolisian telah menyiagakan personel di berbagai titik krusial untuk membantu kelancaran lalu lintas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan. Fokus utama peninjauan ini adalah mengamankan pergerakan pemudik gelombang kedua, jelasnya.

"Fokus utama peninjauan ini adalah mengamankan pergerakan pemudik gelombang kedua," kata seorang pejabat terkait, menegaskan prioritas pengamanan pada periode tersebut.