Pasar keuangan global dikejutkan dengan kabar terbaru dari Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kebijakan perdagangan luar negeri. Keputusan hukum tersebut secara resmi menyatakan bahwa kebijakan tarif yang diinisiasi oleh Presiden Donald Trump melanggar aturan yang berlaku. Langkah hukum ini diprediksi akan membawa dampak signifikan terhadap aliran modal di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Pembatalan kebijakan tarif tersebut mengharuskan pemerintah Amerika Serikat untuk segera melakukan penyesuaian aturan perdagangan internasional. Mahkamah Agung menegaskan bahwa langkah proteksionisme yang diambil sebelumnya tidak memiliki landasan hukum yang kuat dan harus segera dibatalkan. Kondisi ini memberikan kepastian baru bagi para pelaku pasar yang selama ini mengkhawatirkan dampak buruk perang dagang.
Dinamika politik dan hukum di Negeri Paman Sam memang selalu menjadi perhatian utama bagi para investor di Bursa Efek Indonesia. Perubahan kebijakan yang lebih terbuka diharapkan dapat memicu gairah investasi di pasar negara berkembang secara berkelanjutan. Situasi ini muncul di tengah upaya pemulihan ekonomi global yang sedang berlangsung dengan berbagai tantangan geopolitik yang ada.
Ekonom keuangan sekaligus praktisi pasar modal ternama, Hans Kwee, memberikan pandangan mendalam terkait fenomena hukum internasional ini. Beliau menilai bahwa keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat tersebut berpotensi menjadi sentimen positif yang kuat bagi pasar keuangan domestik. Menurutnya, stabilitas perdagangan global akan mendorong kepercayaan diri investor untuk kembali masuk ke aset berisiko.
Berdasarkan analisis tersebut, Hans Kwee memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami pergerakan yang cukup dinamis sepanjang periode ini. Indeks kebanggaan Indonesia ini diperkirakan bakal bergerak dalam fase konsolidasi namun tetap menunjukkan kecenderungan untuk menguat. Hal ini menjadi peluang bagi para trader untuk menyusun strategi akumulasi pada sejumlah saham unggulan.
Secara spesifik, pergerakan IHSG pada perdagangan pekan ini diharapkan mampu menembus level psikologis baru yang lebih tinggi dari sebelumnya. Rentang target penguatan indeks diprediksi akan berada pada kisaran angka 8.251 hingga mencapai puncaknya di posisi 8.596. Angka ini mencerminkan optimisme pasar terhadap membaiknya hubungan dagang antarnegara besar di masa depan.
Meski demikian, para pelaku pasar tetap dihimbau untuk tetap waspada terhadap fluktuasi jangka pendek yang mungkin terjadi di lantai bursa. Faktor eksternal lainnya tetap perlu dipantau secara ketat guna memitigasi risiko investasi yang muncul secara tidak terduga. Dengan sentimen positif dari Amerika Serikat ini, prospek pasar modal Indonesia terlihat semakin menjanjikan bagi para pemodal.
Sumber: Beritasatu
.png)
.png)
