JABARONLINE. COM, - Gabungan kekuatan dua lembaga besar pendidikan Islam kembali terwujud. Perguruan Attaqwa dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi mengikat kerja sama strategis dalam momentum Halalbihalal 1447 H. Langkah ini bukan hanya mempererat ukhuwah, tetapi dirancang untuk memberikan dampak luas dan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Sebanyak tiga Nota Kesepahaman dan sepuluh Perjanjian Kerjasama ditandatangani, mencakup seluruh lini Tridharma Perguruan Tinggi. Mulai dari pemberian beasiswa, pengembangan sumber daya manusia, riset bersama, hingga pendampingan manajemen, semuanya disepakati untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, menilai kolaborasi ini sangat strategis mengingat jejak sejarah yang menghubungkan kedua belah pihak melalui sosok KH. Noer Alie.
"KH. Noer Alie dikenal memiliki kedekatan intelektual dengan Muhammadiyah dan konsisten menjadikan pendidikan sebagai sarana membangun peradaban. Sistem pendidikan Muhammadiyah yang terintegrasi dan kokoh menjadi referensi penting bagi Attaqwa," ujar Prof. Ma’mun di lokasi acara.
Sementara itu, Pimpinan Perguruan Attaqwa, KH. Irfan Mas’ud, menegaskan komitmennya untuk merealisasikan seluruh kesepakatan menjadi karya nyata.
“Pendidikan di Attaqwa tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membimbing dan mengabdi. Visi kami jelas: dari Attaqwa untuk umat, dari pendidikan untuk peradaban,” tegasnya.
Dengan skala pengelolaan yang masif saat ini, yakni 172 satuan pendidikan, 6 pondok pesantren, dan 2 perguruan tinggi, Attaqwa optimis sinergi dengan UMJ akan semakin memperkuat institusionalisasi dan daya saing pendidikan Islam di kancah nasional.
