Jabaronline.com – Dugaan makanan basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, memicu penyelidikan aparat setempat setelah keluhan muncul dari kalangan pelajar, Selasa (7/4/2026).
Temuan ini berawal dari laporan adanya menu makanan yang diduga tidak layak konsumsi yang didistribusikan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citeureup di Jalan Pasigaran, RT 05 RW 09.
Informasi tersebut menguat setelah beredar video di group Whatsap Warga yang memperlihatkan sejumlah siswa SMPN 1 Dayeuhkolot mengembalikan paket MBG. Dalam rekaman itu, siswa mengeluhkan aroma makanan yang tidak sedap.
Berdasarkan data lapangan, program MBG di wilayah tersebut menyasar 2.874 penerima manfaat, yang terdiri dari pelajar berbagai jenjang pendidikan serta masyarakat melalui layanan posyandu.
Menu yang dibagikan saat kejadian meliputi nasi putih, ayam rendang, tempe orek, acar timun wortel, serta buah melon.
Distribusi makanan dilakukan oleh dapur SPPG Citeureup yang dikelola Yayasan Baitul Rizki Barokah. Kegiatan ini turut melibatkan dukungan logistik berupa dua unit mobil dapur, tenaga pengemudi.
Sasaran penerima manfaat mencakup sejumlah sekolah, di antaranya SMPN 1 Dayeuhkolot dengan 1.020 penerima, SMP Pertiwi, beberapa SD negeri Leuwibandung, hingga kelompok masyarakat melalui posyandu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Dayeuhkolot melakukan inspeksi mendadak ke dapur SPPG.
Sidak dipimpin Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, bersama Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono Raharja, S.I.K., M.H dan Babinsa Koramil 2407 Asep Sopian, Serta Perwakilan Pemerintahan Desa.
