JABARONLINE.COM - Dunia bisnis pertambangan seringkali menampilkan sisi kontras antara potensi keuntungan besar dan risiko kerugian yang menyertainya. Kabar mengejutkan datang dari sektor ini, menyoroti kinerja keuangan salah satu emiten besar di Indonesia.
PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), perusahaan yang memiliki afiliasi dengan konglomerat Patrick Walujo, menghadapi tantangan berat di tahun fiskal 2025. Kinerja perusahaan tercatat mengalami kemerosotan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Perusahaan tercatat membukukan kerugian bersih yang sangat besar pada tahun 2025. Angka kerugian tersebut mencapai US$116,2 juta, sebuah jumlah yang fantastis dalam perhitungan bisnis.
Jika dikonversi ke mata uang Rupiah, kerugian bersih yang diatribusikan kepada DOID mencapai sekitar Rp1,93 triliun. Perhitungan ini didasarkan pada asumsi kurs rata-rata pada periode tersebut, yaitu Rp16.666 per dolar AS.
Angka kerugian di tahun 2025 ini menunjukkan peningkatan tajam jika dibandingkan dengan catatan kerugian tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, perusahaan masih membukukan rugi bersih sebesar US$61,31 juta.
Kala itu, kerugian setara dengan sekitar Rp989,29 miliar, menggunakan asumsi kurs Rp16.129 per dolar AS pada saat itu. Perbedaan angka ini menunjukkan adanya tekanan signifikan pada operasional perusahaan.
Berbagai pihak kini tengah menganalisis faktor-faktor apa saja yang telah menyebabkan pembengkakan kerugian tersebut di balik layar operasional perusahaan tambang tersebut. Perkembangan ini menjadi sorotan utama di pasar modal.
Dilansir dari BisnisMarket.com, kabar mengejutkan datang dari PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Patrick Walujo. Hal ini menunjukkan adanya gejolak yang signifikan pada kinerja perusahaan.
"Bagaimana tidak, di tahun 2025 lalu, perusahaan ini harus menelan pil pahit dengan membukukan rugi bersih yang fantastis, mencapai US$116,2 juta atau setara dengan Rp1,93 triliun (asumsi kurs Rp16.666 per dolar AS)!" demikian sorotan yang disampaikan oleh sumber berita.
