JABARONLINE.COM - Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, menunjukkan sikap suportif terhadap kiper timnya, Filip Jorgensen, menyusul hasil mengecewakan dalam pertandingan melawan Paris Saint-Germain (PSG). Kekalahan telak 2-5 ini terjadi pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3/2026) waktu setempat.
Sorotan tajam tertuju pada Jorgensen setelah sebuah blunder fatal yang terjadi di menit-menit akhir pertandingan krusial tersebut. Kesalahan kiper asal Denmark itu diduga kuat menjadi pemicu keruntuhan performa Chelsea di penghujung laga.
Insiden yang paling disorot adalah umpan buruk yang dilepaskan oleh Jorgensen. Umpan tersebut berhasil disadap oleh pemain lawan, yang kemudian dimanfaatkan Vitinha untuk mencetak gol ketiga bagi PSG pada menit ke-74.
Tantangan Berat Hadapi Real Madrid, Guardiola Tekankan Pentingnya Kesempurnaan Manchester City
Meskipun dampak kesalahan itu sangat signifikan terhadap hasil akhir, Rosenior memilih untuk tidak menyalahkan anak asuhnya secara individual. Ia menegaskan bahwa sepak bola adalah olahraga tim yang penuh dengan dinamika kesalahan.
Rosenior menyampaikan pandangannya mengenai insiden tersebut dengan nada yang menenangkan timnya. Ia menyatakan bahwa kesalahan adalah bagian inheren dari dinamika sebuah pertandingan sepak bola profesional.
"Pemain melakukan kesalahan, dan Filip bukan yang pertama melakukannya. Itu bagian dari sepak bola, tetapi jelas menyakitkan," kata Rosenior saat memberikan keterangan pers pasca pertandingan.
Pernyataan tersebut dilansir dari Beritasatu.com, yang meliput konferensi pers yang diadakan di Paris. Rosenior berusaha meredam potensi kritik berlebihan yang ditujukan kepada Jorgensen.
Dukungan dari sang pelatih diharapkan dapat memulihkan kepercayaan diri sang kiper menjelang pertandingan krusial selanjutnya. Fokus kini beralih pada evaluasi untuk meminimalisir kesalahan serupa di laga berikutnya.
Kegagalan di leg pertama ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi staf pelatih dan seluruh skuad Chelsea untuk membalikkan keadaan di pertemuan kedua nanti.
