JABARONLINE.COM - Kondisi perekonomian Indonesia saat ini tengah menjadi perhatian serius dari kalangan akademisi dan ekonom tanah air. Kekhawatiran ini muncul setelah adanya temuan signifikan dari lembaga riset terkemuka di Tanah Air.

Lembaga Penelitian Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) baru saja merampungkan survei terbarunya. Hasil survei ini memberikan gambaran yang kurang optimis mengenai arah pergerakan ekonomi nasional belakangan ini.

Survei tersebut melibatkan partisipasi aktif dari total 85 ahli ekonomi yang memiliki pandangan mendalam mengenai dinamika perekonomian Indonesia. Proses pengumpulan data dilakukan dalam periode waktu yang spesifik untuk menangkap sentimen pasar terkini.

Pelaksanaan survei ini berlangsung dalam rentang waktu yang terukur, yakni mulai dari tanggal 24 Februari hingga 9 Maret 2026. Hasilnya mengindikasikan adanya kekhawatiran yang cukup signifikan mengenai prospek ekonomi nasional ke depan.

Secara rinci, temuan utama menunjukkan bahwa hampir separuh dari responden melihat adanya kemunduran dalam performa ekonomi dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal peringatan bagi para pemangku kepentingan kebijakan.

Data kuantitatif menunjukkan bahwa sebanyak 41 dari total 85 responden memberikan penilaian negatif terhadap kondisi ekonomi saat ini. Angka ini setara dengan 48% dari total partisipan survei yang disurvei.

"Sebanyak 41 dari 85 responden (mencapai 48%) secara tegas menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini telah mengalami kemunduran dibandingkan dengan periode kuartal sebelumnya," demikian temuan yang terungkap dari survei tersebut.

Inflasi yang tidak terkendali serta kondisi pasar kerja yang belum sepenuhnya pulih disebut menjadi dua faktor utama yang mendorong pesimisme di kalangan para ekonom yang berpartisipasi dalam riset ini. Dilansir dari BISNISMARKET.COM, isu-isu makro ini menjadi perhatian utama.

Para ekonom yang berpartisipasi dalam studi LPEM FEB UI ini berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah mitigasi yang efektif menyikapi tren perlambatan yang teridentifikasi dalam survei tersebut.