Prestasi olahraga Indonesia di kancah global seringkali diselingi oleh tantangan besar dalam hal kesinambungan dan regenerasi atlet. Pembangunan infrastruktur olahraga yang merata dan berkualitas tinggi menjadi kunci utama untuk menjamin masa depan prestasi nasional yang konsisten.

Kesenjangan fasilitas antara pusat pelatihan di ibu kota dan daerah masih menjadi hambatan serius bagi pemerataan talenta di seluruh penjuru negeri. Banyak calon atlet berbakat di pelosok tidak mendapatkan akses memadai ke peralatan dan pelatih yang memiliki standar internasional.

Infrastruktur yang ideal bukan hanya soal stadion megah, tetapi juga ketersediaan pusat sains olahraga (sport science center) yang mendukung performa atlet secara holistik. Penerapan sport science terpadu sangat penting untuk memaksimalkan potensi fisik dan mental para atlet sejak usia dini.

Menurut Pengamat Olahraga Nasional, investasi jangka panjang pada fasilitas adalah prasyarat mutlak yang tidak bisa ditawar dalam peta jalan pengembangan olahraga. Peningkatan anggaran harus difokuskan pada pemeliharaan dan modernisasi fasilitas yang sudah ada, bukan sekadar pembangunan baru yang tidak berkelanjutan.

Kurangnya fasilitas standar dapat meningkatkan risiko cedera serius pada atlet karena metode latihan yang tidak optimal dan kurangnya pengawasan medis. Implikasinya, Indonesia berpotensi kehilangan talenta-talenta terbaik yang memilih jalur karier non-olahraga karena minimnya dukungan fasilitas.

Pemerintah dan Komite Olahraga Nasional saat ini sedang menggalakkan program revitalisasi sarana olahraga di berbagai provinsi sebagai langkah strategis. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pelatihan yang terdesentralisasi sehingga talenta daerah dapat berkembang tanpa harus berpindah ke pusat.

Mencapai supremasi olahraga dunia memerlukan komitmen kolektif dari semua pihak terkait, mulai dari pemerintah hingga sektor swasta yang peduli terhadap prestasi bangsa. Dengan fondasi infrastruktur yang kuat, mimpi Indonesia untuk berdiri tegak di podium internasional dapat terealisasi secara berkelanjutan.