Mengenal Allah atau Ma’rifatullah merupakan pondasi utama yang wajib dipahami oleh setiap muslim mukallaf di seluruh dunia. Kewajiban ini bukan sekadar hafalan semata, melainkan sebuah perjalanan intelektual dan spiritual yang sangat mendalam. Dengan mengenal Sang Pencipta secara benar, setiap amal ibadah yang kita lakukan akan memiliki ruh dan makna yang lebih kuat.
Dalam tradisi teologi Ahlussunnah wal Jama’ah, para ulama menyusun klasifikasi dua puluh sifat wajib bagi Allah secara sistematis. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga umat agar tidak terjebak dalam penyerupaan Allah dengan makhluk atau yang disebut tasybih. Melalui pemahaman ini, seorang hamba dapat mengagungkan Allah dengan cara yang benar sesuai tuntunan wahyu dan akal sehat yang jernih.
Keberadaan Allah sebagai Pencipta alam semesta telah ditegaskan dalam Al-Quran melalui lisan para Rasul terdahulu sebagai bukti yang nyata. Salah satu ayat yang menjelaskan tentang keniscayaan adanya Allah dan kemahakuasaan-Nya terdapat dalam firman-Nya berikut ini:
قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
Terjemahan: "Berkata rasul-rasul mereka: 'Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi?'" (QS. Ibrahim: 10)
Para ulama dari madzhab Asy’ariyyah dan Maturidiyyah menekankan pentingnya integrasi antara dalil naqli dan dalil aqli dalam membangun pondasi akidah. Mereka berpendapat bahwa logika rasional yang jernih akan selalu selaras dengan kebenaran wahyu yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul. Metodologi ini sangat efektif dalam membentengi umat dari paham yang meniadakan sifat-sifat Allah atau yang dikenal dengan istilah ta’thil.
Penerapan ilmu tauhid ini dalam kehidupan sehari-hari akan melahirkan sikap tawakal dan ketenangan batin yang luar biasa bagi seorang mukmin. Ketika kita menyadari bahwa Allah Maha Mengatur segala sesuatu, maka rasa takut yang berlebihan terhadap makhluk akan sirna dengan sendirinya. Kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap detak jantung akan memotivasi kita untuk selalu berbuat ihsan dalam segala situasi dan kondisi.
Sebagai kesimpulan, memahami sifat-sifat wajib bagi Allah adalah kunci utama untuk mencapai kebahagiaan hakiki baik di dunia maupun di akhirat. Mari kita terus memperdalam ilmu akidah ini agar iman kita semakin kokoh dan tidak mudah goyah oleh berbagai tantangan zaman. Semoga Allah senantiasa membimbing hati kita semua untuk selalu berada di jalan Ma’rifatullah yang lurus dan diridhai-Nya.
.png)
.png)
