JABARONLINE.COM - Manchester City tengah mengalami periode yang tidak biasa musim ini, jauh dari citra dominasi yang selama ini melekat pada tim asuhan Pep Guardiola. Anomali ini terlihat dari seringnya mereka gagal mempertahankan keunggulan saat memimpin pertandingan.
Tren kehilangan poin ini semakin nyata setelah hasil imbang terbaru yang mereka raih saat menghadapi Nottingham Forest. Hasil tersebut menambah panjang catatan minor bagi skuad berjuluk The Citizens di kompetisi domestik.
Dilansir dari Beritasatu.com, Manchester City kini tercatat telah kehilangan total 13 poin dari posisi yang seharusnya bisa mereka amankan. Statistik ini menjadi indikator jelas adanya penurunan ketajaman dan efektivitas tim.
Tantangan Berat Hadapi Real Madrid, Guardiola Tekankan Pentingnya Kesempurnaan Manchester City
Hilangnya "kekejaman" yang selalu menjadi ciri khas sang juara bertahan tampak mulai terlihat dalam beberapa penampilan terakhir mereka di lapangan hijau. Hal ini membuka peluang bagi tim pesaing, terutama Arsenal.
Kekhawatiran akan performa City ini menjadi angin segar bagi Arsenal yang tengah berjuang keras di papan atas klasemen sementara Liga Inggris. Setiap poin yang terbuang oleh City kini terasa sangat signifikan bagi perhitungan gelar juara.
Enam pertandingan sisa yang akan dihadapi oleh Manchester City menjadi sorotan utama bagi para pengamat sepak bola saat ini. Laga-laga tersebut dipandang sebagai penentu arah perebutan trofi Liga Inggris.
Jika tren buruk ini terus berlanjut, jalan bagi Arsenal untuk mengakhiri penantian panjang mereka di kasta tertinggi sepak bola Inggris akan semakin terbuka lebar. Fokus kini beralih pada konsistensi City di sisa kompetisi.
"Manchester City kini telah kehilangan total 13 poin dari posisi memimpin," ujar sumber berita tersebut, menggarisbawahi betapa signifikan penurunan performa mereka dibandingkan musim sebelumnya.
Situasi ini memaksa para penggemar Arsenal untuk terus memantau setiap langkah The Citizens, karena hasil enam laga tersebut secara langsung akan menentukan siapa yang mengangkat piala di akhir musim.
