BANDUNG – Menjelang hari raya Idulfitri 1447 H, Provinsi Jawa Barat kembali bersiap menjadi titik sentral mobilisasi manusia terbesar di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui akun resmi @humas_jabar dan Dinas Perhubungan Jabar, diprediksi akan terjadi lonjakan pergerakan sebesar 25,6 juta orang di wilayah Jawa Barat selama masa Mudik Lebaran 2026.
Angka yang fantastis ini mencakup arus mudik (96,7%), perjalanan wisata (1,93%), dan silaturahmi antarwilayah (1,11%). Dengan volume kendaraan yang luar biasa besar, pemahaman mengenai peta pergerakan dan jalur alternatif menjadi kunci utama agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Prediksi Titik Kemacetan: Tol Trans Jawa Masih Jadi Primadona (dan Tantangan)
Jalur bebas hambatan atau jalan tol diprediksi akan menampung beban kendaraan paling berat. Data estimasi pergerakan di jalur tol menunjukkan dominasi yang sangat kuat pada jalur utara.
1. Jalur Tol Paling Sibuk
- Tol Trans Jawa (Cipali & Palikanci): Diperkirakan akan dilalui oleh 14,18 juta orang. Jalur ini menyandang status sebagai titik terpadat di Jawa Barat.
- Tol Cipularang-Padaleunyi: Jalur penghubung Jakarta-Bandung ini diprediksi menampung 1,96 juta orang.
- Tol Cisumdawu: Sebagai jalur baru yang semakin populer, Cisumdawu diperkirakan akan dilalui 900 ribu orang.
- Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi): Diperkirakan akan dilalui oleh 90 ribu orang, mayoritas menuju wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
2. Jalur Arteri dan Alternatif Utama
Bagi warga yang ingin menghindari kemacetan di tol, jalur arteri tetap menjadi pilihan meskipun diprediksi tidak kalah ramai:
- Jalur Pantura (Utara): Estimasi 1,29 juta perjalanan.
- Jalur Selatan (Nagreg-Limbangan): Jalur legendaris ini diprediksi akan dilewati 2,9 juta orang.
- Jalur Selatan (Nagreg-Kadungora): Mengarah ke Garut, jalur ini diperkirakan menampung 1,92 juta orang.
