JABARONLINE.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja merilis data terkini mengenai performa sektor perbankan nasional untuk periode Februari 2026. Data ini menunjukkan adanya sedikit tren perlambatan dalam laju ekspansi kredit dibandingkan dengan periode pencatatan sebelumnya.

Secara agregat, kredit yang berhasil dihimpun oleh seluruh sistem perbankan nasional pada akhir Februari 2026 tercatat mencapai angka Rp8.559 triliun. Angka ini merefleksikan total penyaluran dana perbankan di seluruh Indonesia.

Pertumbuhan kredit secara tahunan atau year on year (yoy) pada bulan Februari 2026 tercatat sebesar 9,37 persen. Angka ini menjadi indikator utama yang disoroti oleh regulator terkait dinamika penyaluran dana.

Meskipun terjadi sedikit perlambatan laju pertumbuhan, OJK memberikan sorotan positif terhadap aspek lain dari kesehatan sektor perbankan. Regulator menekankan bahwa kondisi likuiditas industri masih berada dalam posisi yang sangat kuat.

Selain itu, OJK juga mengapresiasi perkembangan positif yang ditunjukkan oleh sektor investasi. Pertumbuhan di sektor investasi ini dinilai sebagai salah satu penopang penting bagi stabilitas ekonomi makro.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, OJK secara spesifik menyoroti bahwa perlambatan kredit ini perlu dicermati dalam konteks pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung. Fokus saat ini adalah menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas.

Perlambatan pertumbuhan kredit sebesar 9,37 persen secara tahunan pada Februari 2026 ini merupakan angka yang terkonfirmasi dari hasil pengawasan OJK. Total kredit mencapai Rp8.559 triliun agregat sistem perbankan nasional, ungkap OJK.

"Terdapat sedikit perlambatan dalam laju pertumbuhan kredit yang tercatat dibandingkan periode sebelumnya," ujar perwakilan OJK dalam keterangan resminya.

"Secara tahunan atau year on year (yoy), kredit perbankan pada Februari 2026 tercatat tumbuh sebesar 9,37 persen," tambah OJK mengenai data pertumbuhan kredit tersebut.