Sejumlah peristiwa kriminal dan musibah menonjol mewarnai wilayah Priangan Timur selama sepekan terakhir yang menyita perhatian publik. Salah satu kasus yang paling menggemparkan adalah pengungkapan pabrik mi basah berbahaya oleh jajaran Polda Jawa Barat di Kabupaten Garut. Penemuan ini memicu kekhawatiran masyarakat mengingat produk tersebut telah beredar luas di pasaran dalam waktu cukup lama.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar merilis secara resmi temuan mi basah yang mengandung zat kimia berbahaya. Dalam keterangannya di Mapolda Jabar, petugas memperlihatkan tumpukan mi kuning yang diproduksi menggunakan campuran formalin serta boraks. Barang bukti lain yang disita meliputi bahan baku mentah, mesin produksi, hingga jeriken berisi cairan kimia mematikan.
Meskipun telah diproduksi dalam durasi yang lama, mi tersebut tetap menunjukkan tampilan fisik yang segar dan tidak mudah hancur. Polisi menyebutkan bahwa penggunaan bahan kimia ilegal inilah yang membuat produk tersebut memiliki daya tahan tidak wajar. Lokasi produksinya pun cukup mengejutkan karena memanfaatkan bangunan bekas kandang ayam untuk mengelabui petugas dan warga sekitar.
Selain kasus pangan berbahaya, pihak kepolisian di wilayah Ciamis juga berhasil mengamankan pelaku tindak kriminalitas lainnya. Seorang pencuri kabel listrik yang meresahkan warga akhirnya diringkus setelah melakukan aksinya di beberapa titik lokasi strategis. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya intensif aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Priangan Timur.
Duka mendalam juga menyelimuti wilayah tersebut menyusul adanya laporan musibah yang menimpa seorang anak kecil. Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun dilaporkan tewas setelah terseret arus deras di aliran Sungai Cimanuk. Tim penyelamat sempat melakukan pencarian intensif sebelum akhirnya menemukan jasad korban dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Rentetan kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar. Polda Jabar menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan nasional. Pihak kepolisian juga mengimbau orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama saat berada di dekat aliran sungai.
Rangkuman peristiwa di Priangan Timur ini mencerminkan dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Penegakan hukum terhadap produsen mi beracun dan pelaku kriminalitas diharapkan mampu memberikan efek jera bagi para pelanggar. Sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.
.png)
.png)
