JABARONLINE.COM - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Kepolisian Resor Sumedang tengah mematangkan seluruh rencana pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Fokus utama adalah memastikan bahwa setiap potensi aksi unjuk rasa di wilayah Kabupaten Sumedang dapat berjalan dengan tertib dan aman.
Persiapan intensif ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu pagi, tanggal 8 April 2026, sebagai bagian dari upaya preventif kepolisian. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dinamika aspirasi buruh yang mungkin tersalurkan melalui demonstrasi.
Kegiatan pematangan rencana pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Sumedang, Kompol Sungkowo, S.H., M.H., CPHR. Kepemimpinan ini menunjukkan komitmen tinggi dari jajaran Polres Sumedang terhadap kesuksesan pengamanan May Day.
Dalam pelaksanaan simulasi, Kompol Sungkowo didampingi oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sumedang. Kehadiran para PJU ini bertujuan untuk memastikan prosedur standar operasional (SOP) dipahami secara menyeluruh oleh seluruh personel.
"Sebagai langkah awal, Polres Sumedang [...]" (Informasi spesifik mengenai langkah awal tidak tersedia lengkap dalam teks sumber, namun mengindikasikan dimulainya rangkaian persiapan pengamanan).
Fokus utama dari latihan yang digelar adalah penekanan pada pengamanan yang bersifat humanis. Hal ini sejalan dengan instruksi kepolisian untuk selalu mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif dalam mengawal demonstrasi.
Latihan Dalmas (Pengendalian Massa) ini merupakan simulasi taktis untuk menguji kesiapan mental dan fisik personel dalam menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi selama peringatan Hari Buruh. Tujuannya adalah meminimalisir potensi gesekan di lapangan.
Polres Sumedang berkomitmen untuk menjaga suasana tetap kondusif di Kabupaten Sumedang selama perayaan May Day berlangsung. Mereka memastikan bahwa hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap terjamin tanpa mengganggu ketertiban umum.
Dilansir dari sumber terkait, seluruh jajaran personel diminta untuk memahami betul etika dalam berhadapan dengan massa aksi. Pendekatan yang mengedepankan dialog menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan massa.
