JABARONLINE.COM - Kepolisian Republik Indonesia kini tengah meningkatkan intensitas perburuan terhadap seorang bandar narkotika kelas kakap yang dikenal dengan identitas Koh Erwin. Langkah tegas ini diambil menyusul adanya indikasi kuat keterlibatan sang bandar dalam jaringan peredaran gelap narkoba yang melibatkan oknum perwira. Pihak berwenang berupaya keras untuk mempersempit ruang gerak pelaku yang saat ini diketahui tengah melarikan diri.

Status Daftar Pencarian Orang (DPO) secara resmi telah diterbitkan oleh pihak kepolisian guna melacak keberadaan tersangka yang licin tersebut. Koh Erwin diduga kuat menjadi aktor intelektual di balik aliran dana ilegal serta pasokan barang haram ke jaringan tertentu. Fokus penyelidikan saat ini tertuju pada pengungkapan seluruh simpul distribusi yang dikendalikan oleh sang bandar besar.

Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa Koh Erwin memiliki peran sentral sebagai penyuplai utama bagi AKBP Didik Putra Kuncoro. Mantan Kapolres Bima Kota tersebut diduga menerima setoran rutin dari sang bandar untuk memuluskan bisnis haram di wilayah hukumnya. Skandal ini menjadi perhatian serius karena melibatkan perwira menengah yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan narkoba.

Kasus memalukan ini mulai terkuak setelah tim internal kepolisian melakukan serangkaian pemeriksaan intensif terhadap AKBP Didik Putra Kuncoro. Pemeriksaan tersebut mencakup dugaan pelanggaran kode etik profesi serta keterlibatan langsung dalam tindak pidana narkotika. Hasil temuan sementara menunjukkan adanya kolaborasi sistematis yang merusak integritas institusi kepolisian di mata masyarakat.

Terbongkarnya keterlibatan seorang perwira menengah dalam pusaran narkoba memberikan dampak signifikan terhadap citra Polri secara nasional. Kepercayaan publik terhadap penegakan hukum kini dipertaruhkan akibat ulah oknum yang menyalahgunakan wewenang demi keuntungan pribadi. Institusi Polri pun berjanji akan melakukan pembersihan internal secara menyeluruh demi menjaga marwah organisasi dari pengaruh narkotika.

Saat ini, tim gabungan terus melakukan pelacakan teknis terhadap lokasi persembunyian Koh Erwin yang diduga berpindah-pindah tempat. Koordinasi antarwilayah telah diperketat guna mencegah pelarian sang bandar ke luar negeri atau daerah terpencil lainnya. Polisi menyatakan optimisme tinggi dapat segera meringkus tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum yang berlaku.

Polri menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas skandal ini hingga ke akar-akarnya tanpa memandang jabatan atau pangkat personel. Setiap oknum yang terbukti terlibat dalam jaringan Koh Erwin dipastikan akan mendapatkan sanksi hukum yang sangat berat. Langkah ini menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam memerangi narkoba, termasuk melakukan pembersihan di lingkungan internal mereka sendiri.

Sumber: Infotren

https://infotren.id/post/skandal-narkoba-akbp-didik-polri-terbitkan-dpo-buru-bandar-besar-koh-erwin