JABARONLINE.COM, Magelang, — Maulana Ariq Abhyasa Ruchiat, siswa SMA Taruna Nusantara, menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Ariq berhasil mengantongi 15 Letter of Acceptance (LoA) atau surat penerimaan dari berbagai perguruan tinggi ternama dunia, lengkap dengan tawaran beasiswa bernilai fantastis.
Deretan kampus yang memberikan bangku untuk Ariq tersebar di berbagai negara, mulai dari McGill University, University of British Columbia (kampus Vancouver dan Okanagan), University of Toronto, University of Utah, University of Minnesota, Oregon State University, George Washington University, hingga Monash University dan University of Adelaide.
Selain 15 kampus tersebut, putra dari pasangan Yayat Ruchiat dan Anita Widiyaningrum asal Kota Bogor ini juga masih menantikan hasil seleksi dari tujuh universitas top lainnya, termasuk Purdue University, University of Edinburgh, hingga Hong Kong University of Science and Technology.
Keberhasilan Ariq tidak hanya terlihat dari jumlah penerimaan, tetapi juga nilai beasiswa yang diraihnya. Ia mendapatkan penghargaan dari University of British Columbia Vancouver sebesar CAD 25.000, University of Minnesota senilai USD 40.000, hingga Oregon State University yang mencapai USD 64.000. Selain itu, ia juga memperoleh beasiswa 50 persen dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.
Di sekolah, Ariq dikenal sebagai siswa dengan kemampuan analitis, komunikasi, dan kepemimpinan yang menonjol. Ia aktif dalam ajang World Scholar’s Cup dan berhasil meraih medali emas serta perak pada kategori debat dan penulisan kolaboratif, hingga tampil di Tournament of Champions di Yale University.
Prestasinya di bidang sains juga cukup mentereng dengan raihan medali perak dalam Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) dan International Applied Chemistry Olympiad (IAChO).
Selain menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Karakter di SMA Taruna Nusantara, Ariq juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi. Ia terlibat dalam pendampingan usaha bagi petani perikanan air tawar di Depok serta program edukasi bisnis untuk penyandang disabilitas di Tangerang Selatan. Kemampuannya menguasai bahasa Inggris, Arab, dan Jerman semakin memperkuat kesiapannya bersaing di level global.
Pjs Kepala Humas SMA Taruna Nusantara, Muhammad Ibrahim, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sistem pembinaan terarah berbasis standar global. "Capaian Ariq menunjukkan kesiapannya sebagai pembelajar global dengan visi, karakter, dan daya juang tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bimbingan Konseling SMA Taruna Nusantara, Jontas Gayuh Panuntun, menjelaskan bahwa keberhasilan ini sejalan dengan program Sekolah Garuda. Program tersebut dirancang untuk mencetak talenta unggul yang mampu bersaing di dunia internasional dan kembali berkontribusi bagi Indonesia.
