Persib Bandung langsung menunjukkan taringnya sejak menit awal laga pekan ke-22 Liga Super 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (22/2/2026) malam, Maung Bandung tampil sangat dominan. Namun, agresivitas tuan rumah masih belum membuahkan hasil hingga wasit meniup peluit tanda turun minum.
Sesaat setelah wasit memulai pertandingan, skuad Persib segera mengepung lini pertahanan Persita Tangerang dengan intensitas tinggi. Saddil Ramdani dan Berguinho berulang kali mencoba membongkar barisan belakang lawan yang tampil sangat disiplin. Sayangnya, koordinasi lini belakang tim tamu masih terlalu sulit untuk ditembus oleh barisan penyerang Persib pada paruh pertama.
Pertandingan ini merupakan momen krusial bagi Persib Bandung untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri demi posisi klasemen. Persita Tangerang datang dengan strategi bertahan yang cukup rapat guna meredam kecepatan pemain sayap tuan rumah yang eksplosif. Atmosfer GBLA yang riuh sempat memberikan tekanan mental tambahan bagi para pemain tim tamu sejak peluit pertama dibunyikan.
Memasuki menit ke-11, gelandang Adam Alis melepaskan tendangan spekulasi jarak jauh yang mengarah sangat keras ke gawang. Bola tersebut meluncur tajam, namun kiper Persita, Igor Carrera, melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola keluar lapangan. Aksi heroik Carrera ini menjadi sinyal kuat bahwa menaklukkan gawang Pendekar Cisadane bukanlah perkara mudah bagi tuan rumah.
Tekanan Persib tidak berhenti di situ karena pada menit ke-15, peluang emas kembali tercipta melalui skema serangan yang rapi. Saddil Ramdani memberikan umpan matang kepada Berguinho yang sudah berada dalam posisi sangat menguntungkan di depan gawang. Namun, Igor Carrera kembali menunjukkan kelasnya dengan menghalau bola secara sigap sebelum penyerang lawan mampu mengonversinya menjadi gol.
Hingga pertengahan babak pertama, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan anak-anak asuh Persib Bandung yang terus menggempur. Persita Tangerang lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat yang sesekali merepotkan lini belakang tuan rumah meski jarang mengancam gawang. Walaupun terus ditekan habis-habisan, tim tamu berhasil mempertahankan skor kacamata hingga interval pertandingan berakhir.
Hasil imbang tanpa gol di paruh pertama ini memaksa kedua pelatih untuk memutar otak dalam menyusun strategi baru di ruang ganti. Persib perlu meningkatkan kreativitas serangan di area final, sementara Persita harus menjaga konsentrasi tinggi di lini pertahanan mereka. Laga babak kedua diprediksi akan berjalan jauh lebih sengit mengingat ambisi besar kedua tim untuk meraih kemenangan.
.png)
.png)
