JABARONLINE.COM - Warga Kota Makassar dan wilayah sekitarnya kini dapat merencanakan kegiatan sore mereka dengan lebih akurat menyambut datangnya waktu berbuka puasa hari ini. Tanggal 6 Maret 2026 menandai hari ke-16 pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Informasi mengenai waktu Maghrib menjadi krusial bagi setiap muslim yang telah menahan lapar dan dahaga seharian penuh.
Momentum berbuka puasa adalah saat yang paling dinantikan, ditandai dengan kumandang azan Maghrib yang menandakan berakhirnya waktu puasa harian. Untuk memastikan ketepatan waktu, umat Islam diimbau untuk mengacu pada panduan resmi yang telah ditetapkan oleh otoritas keagamaan. Panduan ini sangat membantu menjaga kekhusyukan ibadah sepanjang bulan penuh berkah ini.
Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah menerbitkan jadwal imsakiyah resmi untuk seluruh wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan 1447 H. Jadwal ini berfungsi sebagai kompas waktu bagi umat Muslim, mencakup waktu imsak (berhenti makan sahur) hingga waktu salat wajib lainnya. Dokumen resmi ini menjadi rujukan utama bagi umat di Makassar.
Secara spesifik, berdasarkan data yang dirilis oleh Kemenag, waktu berbuka puasa untuk Kota Makassar pada hari Jumat, 6 Maret 2026, yang bertepatan dengan 16 Ramadhan 1447 H, ditetapkan pada pukul 18:22 WIB. Angka ini adalah penentu sah bagi jamaah untuk segera membatalkan puasanya dan memulai santapan iftar.
Informasi ini dikutip dari laman resmi Bimas Islam Kemenag, sebagaimana diolah lebih lanjut oleh media nasional. Disebutkan bahwa jadwal imsakiyah versi Kemenag yang diolah oleh Kompas.com juga mencakup jadwal salat 5 waktu (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya) selama bulan Ramadhan 1447 H. Ini menunjukkan kelengkapan informasi bagi kebutuhan ibadah harian.
Bagi masyarakat yang ingin memiliki panduan fisik atau digital yang lebih komprehensif, umat Muslim di Makassar juga diinformasikan mengenai ketersediaan jadwal imsak dan buka puasa Ramadhan 2026 Kota Makassar secara lengkap untuk diunduh. Hal ini memudahkan perencanaan dari sahur hingga berbuka puasa setiap harinya.
Selain menunggu waktu berbuka, momen ini juga diiringi dengan pengamalan sunah Nabi Muhammad SAW, yaitu membaca doa berbuka puasa. Doa ini merupakan ungkapan syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Terkait praktik ibadah saat berbuka, doa yang lazim dilafalkan oleh umat Muslim di Indonesia adalah: "Allahumma laka shumtu wabika aamantu wa 'ala rizqika afthortu birohmatikaya arhamar rohimin." Ungkapan ini memiliki makna mendalam bagi setiap yang berpuasa.
Doa tersebut, yang terjemahannya berbunyi, “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka,” menjadi penutup ritual puasa harian. Doa ini menegaskan bahwa puasa dilaksanakan semata-mata karena ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.
