JABARONLINE.COM - Tim nasional sepak bola wanita Iran telah dipastikan angkat koper dari ajang Piala Asia Wanita setelah menelan kekalahan di laga terakhir babak grup. Kepastian ini didapat setelah pertandingan penentuan yang berlangsung pada Minggu (8/3/2026).

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan skuad asuhan Iran di turnamen bergengsi tingkat Asia tersebut. Fokus utama tim kini bergeser dari lapangan hijau ke upaya pemulangan mereka ke Iran.

Situasi di negara asal mereka dilaporkan tengah mengalami gejolak signifikan, yang menambah urgensi bagi para pemain dan staf untuk segera kembali. Situasi ini menjadi latar belakang utama bagi pertimbangan mereka saat ini.

Delegasi Iran ini sejatinya telah tiba di Gold Coast, Australia, sejak bulan lalu untuk mengikuti gelaran Piala Asia Wanita tersebut. Mereka berangkat sebelum terjadinya eskalasi konflik besar yang terjadi di Iran.

Perlu diketahui, konflik yang dimaksud dipicu oleh serangkaian serangan yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada tanggal 28 Februari 2026. Peristiwa ini mengubah dinamika perjalanan tim di luar negeri.

Umumnya, tim yang tersingkir di fase grup akan segera mengatur jadwal keberangkatan mereka dari lokasi turnamen dalam beberapa hari setelah eliminasi. Namun, situasi Iran membuat proses ini menjadi lebih rumit.

Hingga saat ini, pihak terkait masih belum memberikan kepastian mengenai jadwal pasti kapan delegasi Iran dapat meninggalkan Australia dan kembali ke negara mereka. Proses negosiasi kepulangan sedang berlangsung.

Dilansir dari Beritasatu.com, kekalahan di fase grup tersebut memicu tim Iran untuk segera mempertimbangkan opsi percepatan kepulangan ke Iran yang sedang dilanda konflik. Hal ini menunjukkan prioritas mereka saat ini.

Pernyataan mengenai situasi pasca-kekalahan tersebut dikonfirmasi setelah pertandingan terakhir mereka, "Skuad Iran kini mempertimbangkan untuk segera kembali ke negara mereka yang sedang dilanda konflik," demikian informasi yang beredar.