JABARONLINE.COM - Kementerian Pekerjaan Umum telah mengumumkan rencana strategis untuk mengoptimalkan konektivitas selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah mendatang. Rencananya, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen akan dioperasikan secara fungsional pada segmen kritis yakni SS Ambarawa–JC Bawen saat momen puncak Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik.
Ruas tol sepanjang 4,98 kilometer tersebut akan dibuka sementara untuk publik, dengan tujuan utama mengurangi potensi penumpukan kendaraan di jalur arteri utama. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menegaskan bahwa pembukaan jalur ini akan dilakukan secara situasional, sangat bergantung pada dinamika kepadatan lalu lintas di lapangan. Pengoperasian sementara ini diharapkan signifikan mengurangi beban lalu lintas pada periode libur hari raya.
BPJT melalui akun Instagram resminya @pupr_bpjt menggarisbawahi bahwa hanya kendaraan Golongan I non-bus yang diizinkan melintasi ruas fungsional ini. Ini mencakup mobil pribadi seperti sedan, minibus, dan jeep, sebagai upaya menjaga keamanan dan kelancaran operasional. Skema yang diterapkan adalah satu jalur satu arah, mengikuti diskresi penuh dari pihak kepolisian setempat.
Pada masa arus mudik, kendaraan dari arah Tol Semarang–Solo diwajibkan keluar melalui Gerbang Tol Bawen, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Akses AmbarawaVia Ramp 4 SS Ambarawa. Sebaliknya, ketika terjadi arus balik, alur lalu lintas dibalik menggunakan Jalur B, di mana kendaraan dari Ambarawa dapat masuk melalui Ramp 1 SS Ambarawa menuju Bawen.
Pengaturan buka-tutup jalur fungsional ini akan sangat fleksibel, disesuaikan dengan kondisi waktu nyata di lapangan, termasuk panjang antrean kendaraan yang terpantau. Sementara itu, pembangunan tol secara keseluruhan masih terus dikebut di berbagai seksi. Sebagai contoh, Seksi 1 (JC Sleman–SS Banyurejo) telah mencapai progres konstruksi 89,23 persen.
Perkembangan konstruksi menunjukkan bahwa Seksi 6 (SS Ambarawa–JC Bawen) mencatatkan progres sebesar 89,93 persen, mendekati penyelesaian. Namun, beberapa seksi lain seperti Seksi 2 (SS Banyurejo–SS Borobudur) dan Seksi 3 (SS Borobudur–SS Magelang) masih dalam tahap pengerjaan konstruksi aktif. Sementara itu, Seksi 4 dan Seksi 5 masih berkutat pada proses pembebasan lahan dan pengerjaan.
PT Jasamarga Jogja Bawen selaku operator telah menyiapkan personel dan peralatan siaga untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan teknis selama masa fungsional ini. Masyarakat diimbau agar selalu waspada, mematuhi seluruh rambu dan arahan petugas di lapangan, serta memantau informasi resmi demi keselamatan dan kelancaran perjalanan mereka saat mudik Lebaran 2026.
