JABARONLINE.COM - Rasa duka menyelimuti keluarga besar di Kalidoni, Palembang, seiring tibanya jenazah Muhammad Erlangga (27) dari Kamboja pada Rabu (4/3/2026) sore. Pemulangan jenazah korban yang meninggal di Poipet ini menjadi penutup perjalanan tragis pemuda asal Sumatera Selatan tersebut. Setibanya di Terminal Kargo Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, jenazah langsung diarahkan menuju rumah duka untuk prosesi selanjutnya.

Erlangga meninggal dunia pada tanggal 17 Februari 2026 setelah mengalami cedera parah pada kepala dan tubuh akibat terjatuh dari ketinggian lantai 18 sebuah bangunan di Poipet. Proses pemulangan jenazah ke tanah air ini membutuhkan koordinasi intensif dari berbagai pihak terkait. Pihak keluarga, termasuk sang ibu, terlihat menanti dengan penuh kesedihan saat peti jenazah diturunkan dari pesawat kargo.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumatera Selatan, Indra Bangsawan, menegaskan kehadiran pemerintah daerah dalam prosesi tersebut. Beliau menyatakan komitmen Pemprov Sumsel untuk memfasilitasi administrasi yang diperlukan serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang berduka. "Kami hadir untuk memastikan serah terima jenazah berjalan dengan baik. Pemerintah Provinsi Sumsel melalui disnakertrans juga membantu fasilitasi administrasi serta memberikan dukungan moril kepada keluarga," ujar Indra saat diwawancarai wartawan, Rabu (4/3/2026).

Dukungan pemulangan ini juga melibatkan otoritas migrasi, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumsel, Waydinsyah. Ia menjelaskan bahwa evakuasi jenazah Erlangga merupakan hasil sinergi antara BP3MI Sumsel dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). Waydinsyah menambahkan, "Pemulangan jenazah almarhum Muhammad Erlangga ini dilakukan atas kerja sama BP3MI Sumsel dengan KemenP2MI. Kami memastikan seluruh prosedur dipenuhi hingga jenazah tiba di pihak keluarga."

Berdasarkan dokumen kependudukan, almarhum Muhammad Erlangga terdaftar lahir di Palembang pada 17 Maret 1998, dengan alamat terdaftar di Komplek Phdm XII No. 41, Kalidoni. Informasi ini menjadi catatan resmi mengenai identitas korban yang meninggal di luar negeri. Keluarga hingga saat berita ini diturunkan masih enggan memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media mengenai kronologi lengkap kejadian.

Sebagai langkah akhir sebelum pemakaman, jenazah direncanakan akan menjalani otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Proses otopsi ini bertujuan untuk mendapatkan konfirmasi medis mengenai penyebab kematian sang pemuda secara pasti dan mendalam. Setelah proses tersebut selesai, jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di kawasan Kalidoni.

Kejadian ini menjadi pengingat penting mengenai pentingnya pembaruan data dan kepatuhan prosedur bagi WNI yang bekerja atau berada di luar negeri. Keluarga kini fokus pada prosesi adat dan pemakaman almarhum Erlangga, menutup babak pilu kepulangan dari Kamboja.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/jenazah-warga-palembang-tiba-dari-kamboja