JABARONLINE.COM - SMKN 2 Pinrang kini mengukir sejarah baru dengan resmi menyandang status sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Kecerdasan Artifisial (AI). Penetapan ini merupakan tonggak penting dalam upaya memajukan pendidikan vokasi di kawasan Sulawesi Selatan.
Keputusan ini menandai dimulainya babak baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulsel agar mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan industri masa depan. Seluruh ekosistem sekolah, termasuk guru, staf, siswa, dan orang tua, menyambut baik pencapaian ini.
Jajaran pendidikan di wilayah VIII juga memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan SMKN 2 Pinrang dalam meraih predikat sekolah percontohan di bidang teknologi digital ini. Diharapkan, pencapaian ini akan memicu gelombang inovasi serupa di sekolah-sekolah lain di seluruh Sulawesi Selatan.
Kepala SMK Negeri 2 Pinrang, H. Abdul Kadir, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pengakuan resmi yang diterima lembaganya. Status ini dianggap sebagai amanah besar yang harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas lulusan yang melek teknologi.
"Kami sampaikan rasa syukur yang mendalam atas terbitnya SK penetapan SMK Model bagi SMK 2 Pinrang. Ini adalah sebuah tantangan dan amanah besar bagi kami," ujar Abdul Kadir.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen bersama dan kerja keras kolektif dari seluruh elemen sekolah. "Pencapaian ini merupakan hasil dedikasi, kolaborasi, dan kerja keras seluruh guru, staf, siswa, serta dukungan luar biasa dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII dan komite sekolah," tambah Abdul Kadir.
Kepala Seksi PSMK dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Sulawesi Selatan turut memberikan apresiasi tertinggi kepada pihak sekolah atas upaya yang telah dilakukan. Keberhasilan ini menunjukkan adanya keselarasan antara visi Disdik Sulsel dan implementasi nyata di lapangan.
Pencapaian SMKN 2 Pinrang menembus standar sekolah model berbasis teknologi digital ini membuktikan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan eksekusi di tingkat sekolah berjalan efektif. Hal ini sangat krusial untuk mempersiapkan siswa menghadapi persaingan global.
Pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII berharap integrasi materi coding dan AI dapat diterapkan secara menyeluruh dalam kurikulum sekolah. "HAYAT berharap implementasi coding dan AI ini dapat benar-benar diintegrasikan ke dalam kurikulum agar siswa siap bersaing di pasar kerja global," demikian disampaikan oleh perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, dilansir dari humascabdisdikviii.
