JABARONLINE.COM - Permintaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan domestik di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada awal tahun 2026. Perkembangan ini mengindikasikan adanya tantangan serius dalam upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri.
Dinas Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi lembaga yang mencatat kenaikan drastis tersebut. Data menunjukkan bahwa lonjakan ini memerlukan perhatian khusus dari pemangku kepentingan sektor energi.
Kebutuhan harian LPG pada sepanjang tahun 2025 tercatat berada di angka 25 ribu metrik ton per hari. Angka ini menjadi tolok ukur awal untuk mengukur performa distribusi dan konsumsi energi rumah tangga di Indonesia.
Namun, situasi berubah tajam memasuki periode Februari 2026, di mana permintaan meningkat menjadi 26 ribu ton per hari. Kenaikan sebesar seribu ton per hari ini menandakan percepatan konsumsi LPG di kalangan masyarakat.
Peningkatan substansial dalam permintaan domestik ini diduga kuat menjadi faktor utama yang mendorong melonjaknya angka ketergantungan impor LPG. Ketergantungan ini dilaporkan telah mencapai titik krusial, yaitu 84 persen dari total kebutuhan nasional.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, lonjakan permintaan tersebut menciptakan tekanan besar pada cadangan dan kemampuan suplai energi nasional. Hal ini menyoroti perlunya diversifikasi sumber pasokan atau peningkatan kapasitas produksi domestik.
Mengenai pasokan utama dari luar negeri, Amerika Serikat (AS) disebutkan sebagai salah satu pemasok utama yang memenuhi kebutuhan impor LPG Indonesia saat ini. Hal ini menggarisbawahi dinamika baru dalam geopolitik energi nasional.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mencatat adanya lonjakan signifikan dalam kebutuhan harian Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia pada awal tahun 2026, ujar perwakilan Ditjen Migas.
"Data menunjukkan bahwa kebutuhan LPG harian pada tahun 2025 berada di angka 25 ribu metrik ton per hari," kata pejabat Kementerian ESDM.
