JABARONLINE.COM - Kompetisi sepak bola Eropa baru saja menyaksikan salah satu periode terburuk bagi perwakilan Inggris pada tahun 2026. Meskipun jumlah klub yang berhasil lolos ke fase gugur tergolong banyak, hasil yang didapat justru jauh dari ekspektasi.
Secara keseluruhan, enam klub Premier League ambil bagian dalam putaran tersebut, namun mayoritas harus menelan pil pahit saat bertanding di kancah internasional. Situasi ini menandai kemunduran signifikan dalam performa tim-tim papan atas Inggris.
Dari empat tim yang bersaing di Liga Champions, yakni Liverpool, Manchester City, Chelsea, dan Tottenham Hotspur, semuanya harus mengakhiri perjalanan mereka dengan catatan kekalahan. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi reputasi liga.
Tantangan Berat Hadapi Real Madrid, Guardiola Tekankan Pentingnya Kesempurnaan Manchester City
Sementara itu, dua wakil lainnya, Arsenal dan Newcastle United, hanya mampu meraih hasil imbang saat tampil di hadapan pendukung mereka sendiri. Hasil kandang yang kurang meyakinkan ini menambah daftar panjang kekecewaan publik.
Kejutan terbesar dalam rangkaian pertandingan tersebut terjadi di Istanbul, ketika juara bertahan Premier League, Liverpool, harus mengakui keunggulan tuan rumah Galatasaray. Skor akhir 1-0 menjadi penentu kekalahan The Reds.
Dilansir dari Beritasatu.com, meskipun pasukan yang dipimpin oleh Arne Slot berhasil mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang, mereka gagal mengkonversi peluang tersebut menjadi gol penyeimbang.
Gol tunggal yang menentukan kemenangan Galatasaray dicetak melalui sundulan keras dari pemain mereka, Mario Lemina. Kegagalan Liverpool ini menjadi sorotan utama dalam evaluasi performa Inggris di Eropa.
"Dari empat tim yang berlaga di Liga Champions, Liverpool, Manchester City, Chelsea, dan Tottenham Hotspur, semuanya harus pulang dengan kekalahan telak, sementara Arsenal dan Newcastle United hanya mampu bermain imbang di kandang," demikian konteks situasi yang terjadi pada pekan tersebut.
Situasi ini menunjukkan adanya tantangan besar yang dihadapi klub-klub Inggris saat bertanding di luar kandang mereka di kompetisi bergengsi Eropa. Evaluasi mendalam mengenai taktik dan efektivitas serangan sangat diperlukan.
