Jabaronline.com – Sebanyak 20 siswa SDN Cihalimun 02, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, menjalani pemeriksaan di Puskesmas Kertasari pada Kamis (16/4/2026), setelah dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SDN Cihalimun 02, Ofik Taufik, S.Pd., mengatakan dirinya tidak berada di sekolah saat kejadian berlangsung karena tengah menghadiri rapat di SDN Lebaksari. Ia mengaku menerima informasi sekitar pukul 10.00 WIB dari pihak guru.
“Saya mendapat kabar ada siswa yang merasa tidak enak badan setelah menyantap MBG dan telah dibawa ke puskesmas. Saat saya tiba, ada sekitar 20 siswa yang sedang mendapatkan penanganan medis,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (21/4/2026).
Ofik menegaskan, hingga saat ini penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa masih dalam proses penyelidikan. Pihak sekolah masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi.
“Kami belum bisa memastikan apakah ini disebabkan oleh makanan dari MBG atau faktor lain. Kami menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” katanya.
Ia menambahkan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya masalah pada makanan, pihak sekolah akan mengambil langkah lanjutan. Namun, jika penyebabnya berasal dari faktor lain, evaluasi tetap akan dilakukan terhadap penyedia makanan.
“Dari total 280 siswa, ada 20 yang mengalami keluhan. Apapun hasilnya nanti, kami tetap meminta pihak penyedia untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
Program MBG di sekolah tersebut disuplai oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru beroperasi sekitar satu bulan. Dapur tersebut juga melayani sejumlah lembaga lain, seperti SDN Lebaksari, sekolah Muhammadiyah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cibeureum, serta posyandu di wilayah setempat.
Menurut Ofik, tidak ditemukan laporan kejadian serupa di lembaga lain yang menerima pasokan dari dapur yang sama.
