JABARONLINE.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri pekan perdagangan hari Jumat, 13 Maret 2026, dalam catatan merah yang cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pelemahan signifikan saat penutupan sesi akhir pekan tersebut.
Penurunan agregat IHSG mencapai angka 3,05 persen dari penutupan sebelumnya. Angka tersebut setara dengan terkoreksinya indeks sebanyak 224,904 poin dari posisi penutupannya.
Secara nominal, IHSG terpantau ditutup pada level krusial di angka 7.137,212 pada penutupan perdagangan hari itu. Level ini menandai tekanan jual yang cukup kuat sepanjang hari bursa berlangsung.
Sepanjang hari transaksi, pergerakan IHSG menunjukkan volatilitas yang tinggi di rentang yang cukup lebar. Indeks bergerak fluktuatif antara level terendah 7.132,211 hingga mencapai puncaknya di 7.350,280.
Pada saat sesi pembukaan pasar pada hari yang sama, indeks sempat berada di posisi pembukaan yang relatif lebih tinggi. IHSG tercatat dibuka pada posisi 7.338,824 sebelum tekanan jual mulai mendominasi.
Kondisi pasar yang memburuk ini juga tercermin pada kinerja seluruh komponen di dalam bursa efek. Semua indeks sektoral yang menjadi penyusun IHSG dilaporkan kompak berada di zona negatif atau merah.
Hal ini mengindikasikan bahwa sentimen negatif yang melanda pasar saham pada Jumat tersebut bersifat menyeluruh dan tidak hanya terbatas pada sektor tertentu saja. Investor tampak melakukan aksi jual serentak di berbagai lini investasi.
Dilansir dari Beritasatu.com, pelemahan tajam ini merupakan penutup akhir pekan yang kurang menyenangkan bagi para pelaku pasar modal di Indonesia. Investor harus bersiap menghadapi ketidakpastian yang dibawa menjelang akhir pekan.
"Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan akhir pekan, Jumat (13/3/2026)," demikian keterangan mengenai kondisi penutupan pasar pada hari tersebut.
