JABARONLINE.COM - Pemerintah Malaysia kini mengambil langkah proaktif dalam upaya penghematan energi di lingkungan kantor pemerintahan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global yang tengah memanas.

Situasi ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah. Pemerintah melihat perlunya mitigasi risiko terhadap potensi lonjakan harga energi global.

Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, menjadi juru bicara utama mengenai kebijakan baru ini di tingkat federal. Ia mengonfirmasi adanya instruksi langsung dari pucuk pimpinan negara.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim telah mengarahkan agar dilakukan evaluasi mendalam terhadap berbagai kebijakan operasional pemerintah. Fokus utama adalah mencari cara untuk menekan konsumsi energi secara signifikan.

Salah satu area yang menjadi sorotan utama adalah kebijakan mengenai jam kerja dan lokasi kerja pegawai negeri sipil. Hal ini mencakup peninjauan kembali penerapan skema kerja dari rumah (WFH).

"Perdana Menteri Anwar Ibrahim telah meminta pimpinan tertinggi birokrasi untuk melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kebijakan kerja dari rumah," ujar Fahmi Fadzil.

Selain penyesuaian jam kerja, pemerintah juga mulai mengatur lebih ketat terkait pemanfaatan fasilitas penyejuk udara (AC) di gedung-gedung instansi. Efisiensi penggunaan AC diharapkan dapat memberikan kontribusi besar pada penghematan listrik nasional.

Langkah-langkah penghematan energi ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek pemerintah federal Malaysia dalam menghadapi ketidakpastian pasokan dan harga energi dunia. Dilansir dari Beritasatu.com, inisiatif ini diharapkan segera diterapkan di seluruh kementerian dan lembaga.

Upaya ini menunjukkan keseriusan Malaysia dalam menjaga stabilitas operasional layanan publik di tengah gejolak ekonomi dan politik internasional yang berpotensi mempengaruhi harga komoditas energi.