JABARONLINE.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah antisipatif yang lebih ketat menyusul pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/SMK dan sederajat. Langkah ini diambil sebagai upaya proaktif untuk meminimalisir segala bentuk potensi kebocoran soal.
Fokus utama dalam pengamanan kali ini adalah pada mekanisme penyusunan dan distribusi materi ujian. Hal ini menjadi pelajaran penting dari evaluasi pelaksanaan TKA sebelumnya di berbagai tingkatan.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa susunan soal TKA kini merupakan gabungan dari kontribusi materi yang berasal dari tingkat pusat dan daerah.
Pemerintah daerah turut serta dalam penyediaan materi ujian, memberikan variasi soal yang signifikan. Disebutkan bahwa jumlah soal yang dikirimkan oleh pemerintah daerah jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang disiapkan oleh pihak pusat.
"Pemerintah daerah telah mengirimkan berbagai variasi soal yang jumlahnya 35 lebih banyak dibanding soal yang dibuat pusat," ungkap Toni Toharudin.
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengamanan materi ujian secara keseluruhan. Tujuannya adalah menciptakan keragaman materi yang sulit diprediksi oleh pihak luar.
Toni Toharudin menekankan pentingnya pengacakan soal dalam konteks pengamanan ini. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai kebocoran yang mungkin terjadi.
"Nah pendekatan ini tentunya kita ingin agar pengacakan soal ini harus sangat tinggi untuk menghindari hal-hal kebocoran dan lain-lain," tuturnya.
Pernyataan ini disampaikan oleh Toni Toharudin saat menghadiri acara Taklimat TKA jenjang SMP yang diselenggarakan di Hotel Four Point, Kota Bekasi, Jawa Barat. Acara tersebut berlangsung pada hari Selasa, 7 April 2026, dan informasi ini diperoleh pada hari Rabu, 8 April 2026.
