JABARONLINE.COM - Pelaksanaan gelombang pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP/MTs dan sederajat telah usai dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Tingkat partisipasi secara nasional tercatat sangat tinggi dalam sesi asesmen perdana ini.

Data dari Kemendikdasmen menunjukkan bahwa hampir seluruh peserta didik yang terdaftar berhasil mengikuti ujian tersebut. Secara spesifik, angka partisipasi dilaporkan mencapai 98,3 persen dari total keseluruhan peserta.

Meskipun capaian partisipasi tersebut mengesankan, pelaksanaan TKA gelombang awal ternyata tidak luput dari berbagai permasalahan di lapangan. Beberapa daerah masih melaporkan adanya kendala teknis yang signifikan selama proses asesmen berlangsung.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM Kemendikdasmen) membeberkan beberapa isu utama yang dihadapi peserta didik. Kendala tersebut meliputi situasi pemadaman listrik mendadak dan koneksi internet yang mengalami perlambatan signifikan.

Selain hambatan infrastruktur listrik dan jaringan, beberapa lokasi juga menghadapi tantangan alam. Bencana banjir dilaporkan menjadi salah satu faktor penghambat kelancaran pelaksanaan TKA di wilayah yang terdampak.

Temuan kendala teknis ini segera dijadikan bahan evaluasi mendalam oleh pihak kementerian. Evaluasi tersebut bertujuan krusial agar pelaksanaan TKA pada gelombang-gelanjutan dapat berjalan jauh lebih lancar dan minim gangguan.

Terkait masalah spesifik pemadaman listrik yang sering terjadi, Toni, selaku pejabat di Kemendikdasmen, mengindikasikan adanya langkah tindak lanjut. "Untuk kendala pemadaman listrik, Toni menyebut pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan PT PLN," ujar Toni.

Adanya kendala-kendala tersebut secara otomatis membuka peluang bagi peserta yang terhambat untuk mengikuti sesi ujian lanjutan. Ujian susulan ini dipersiapkan sebagai solusi agar tidak ada peserta didik yang dirugikan akibat masalah teknis di luar kendali mereka.

Dilansir dari sumber terkait, penyelenggara memastikan bahwa siswa yang terkendala masalah listrik atau internet akan diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap kesetaraan akses asesmen.