Kemdiktisaintek resmi membuka peluang bagi lulusan SMA sederajat melalui program prestisius Beasiswa Garuda Sarjana (S1) tahun 2026. Skema pembiayaan ini memanfaatkan Dana Abadi Pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Para calon pelamar kini harus mempersiapkan diri karena terdapat komitmen pascastudi yang cukup ketat bagi setiap penerima.
Penerima beasiswa ini memiliki kewajiban untuk berkontribusi langsung bagi Indonesia setelah menyelesaikan masa studi mereka. Ketentuan resmi menyebutkan bahwa masa pengabdian minimal adalah dua kali masa studi, atau sekitar delapan tahun untuk jenjang sarjana. Bentuk kontribusi tersebut nantinya akan diatur secara teknis oleh Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek.
Pemerintah menetapkan sepuluh bidang prioritas utama yang harus dipilih oleh para pendaftar agar selaras dengan kebutuhan nasional. Sektor tersebut mencakup ketahanan pangan, kesehatan, digitalisasi, hingga kebijakan publik dan hilirisasi industri. Fokus ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan global di masa depan.
Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto menekankan pentingnya peran cendikiawan muda dalam memajukan bangsa Indonesia melalui jalur pendidikan ini. Dalam sosialisasi daring pada Selasa (10/2/2026), ia berharap para talenta terpilih dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan negara. Brian juga menambahkan bahwa peluang untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi tetap terbuka lebar bagi para lulusan nantinya.
Persyaratan administratif mewajibkan pendaftar merupakan Warga Negara Indonesia yang saat ini sedang menempuh kelas 12 pada tahun ajaran 2025/2026. Siswa harus masuk dalam kategori eligible pada seleksi SNBP 2026 atau memiliki rekomendasi khusus dari kepala sekolah untuk tujuan luar negeri. Selain itu, sertifikat kemampuan bahasa Inggris atau bahasa resmi PBB menjadi dokumen wajib bagi pelamar kampus mancanegara.
Dari sisi akademik, calon peserta harus memiliki skor Intelligence Quotient (IQ) minimal 110 serta sertifikat Scholastic Assessment Test (SAT) minimal 1.170. Bagi mereka yang belum memiliki skor SAT yang mencukupi, pemerintah menyediakan fasilitas Tes Bakat Skolastik (TBS) sebagai alternatif seleksi. Prestasi non-akademik dalam tiga tahun terakhir juga menjadi nilai tambahan yang signifikan dalam proses penilaian.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi LPDP yang telah terintegrasi dengan sistem kementerian. Calon pendaftar diminta untuk teliti dalam memilih dua tema prioritas serta tiga perguruan tinggi tujuan yang telah ditentukan. Program ini diharapkan melahirkan generasi emas yang siap membangun kedaulatan bangsa di berbagai sektor strategis.
.png)
.png)
