JABARONLINE.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang dalam tahap persiapan strategis untuk melakukan penyesuaian signifikan pada komposisi indeks-indeks utama pasar modal domestik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya BEI dalam menjaga kualitas dan representasi indeks acuan yang ada.
Fokus utama dari perombakan ini adalah saham-saham yang masuk dalam kategori high shareholding concentration (HSC). Kategori ini merujuk pada saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan yang tinggi pada segelintir pemegang saham.
Saat ini, indeks acuan yang paling sering dijadikan tolok ukur performa saham unggulan adalah LQ45, IDX30, dan IDX80. Indeks-indeks tersebut menyeleksi emiten berdasarkan kriteria ketat yang meliputi likuiditas, fundamental yang kuat, serta kapitalisasi pasar yang besar.
Berdasarkan pengumuman resmi yang telah dikeluarkan oleh BEI pada awal bulan April lalu, terdapat dua emiten yang memenuhi kriteria indeks utama namun sekaligus masuk dalam kategori saham HSC. Hal ini menimbulkan potensi penyesuaian komposisi indeks di masa mendatang.
Dua emiten yang teridentifikasi masuk dalam kategori tersebut adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Kedua saham ini saat ini masih menjadi bagian dari indeks acuan utama BEI.
Dikutip dari MEDIAKOMPETEN.CO.ID, BEI sedang mempersiapkan langkah strategis untuk melakukan perombakan pada komposisi indeks utama pasar modal domestik. Langkah ini secara spesifik menyasar saham yang tergolong dalam kategori high shareholding concentration (HSC).
Perombakan ini dilakukan untuk memastikan bahwa indeks acuan tetap mencerminkan kondisi pasar yang likuid dan terbuka bagi investor publik secara luas. Saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi terkadang kurang mencerminkan pergerakan harga yang terbentuk dari transaksi pasar yang beragam.
Saham-saham yang masuk dalam indeks unggulan seperti LQ45 umumnya diseleksi berdasarkan kriteria ketat mengenai likuiditas, fundamental yang kuat, serta kapitalisasi pasar yang besar, ujar sumber terpercaya. Kriteria ini penting untuk menjaga integritas indeks sebagai barometer pasar.
Saat ini, saham DSSA dan BREN memenuhi kriteria indeks utama namun juga masuk dalam kategori saham HSC, sebagaimana diumumkan oleh BEI pada awal bulan April lalu. Hal ini menandakan bahwa kedua saham tersebut akan menjalani evaluasi ulang terkait penempatan indeks mereka.
