Pergerakan harga emas di pasar global menunjukkan tren positif pada sesi perdagangan hari Kamis (26/2/2026). Komoditas logam mulia ini berhasil menguat signifikan seiring dengan menurunnya performa mata uang dolar Amerika Serikat di hadapan mata uang utama lainnya. Para pelaku pasar kini kembali melirik emas sebagai instrumen investasi yang paling menjanjikan di tengah situasi ekonomi saat ini.
Kenaikan harga emas hari ini di Jakarta tidak lepas dari tekanan hebat yang dialami oleh greenback di pasar valuta asing. Kondisi tersebut membuat kontrak emas yang dihargai dalam dolar menjadi jauh lebih terjangkau bagi para pemegang mata uang asing. Alhasil, volume pembelian meningkat secara drastis dan mendorong grafik harga emas dunia merangkak naik ke zona hijau.
Selain faktor pelemahan dolar, status emas sebagai aset aman atau safe haven kembali menjadi magnet utama bagi para investor global. Meningkatnya minat terhadap aset ini dipicu oleh kekhawatiran akan terjadinya volatilitas pasar yang lebih besar dalam waktu dekat. Hal ini mendorong perpindahan modal dari aset berisiko menuju instrumen yang dianggap lebih stabil guna mengamankan nilai kekayaan.
Fokus utama para pelaku pasar saat ini tertuju pada dinamika ketidakpastian kebijakan tarif yang tengah digodok oleh pemerintah Amerika Serikat. Ketidakjelasan mengenai implementasi aturan perdagangan internasional tersebut menciptakan spekulasi yang sangat beragam di kalangan analis keuangan. Situasi ini memberikan ruang bagi harga emas untuk terus menguat karena dianggap memiliki risiko yang jauh lebih minim.
Faktor geopolitik juga memainkan peran yang sangat krusial dalam menentukan arah pergerakan harga komoditas logam mulia ini. Perkembangan terbaru dalam proses perundingan antara Amerika Serikat dan Iran kini menjadi sorotan tajam bagi para pengamat ekonomi internasional. Setiap pernyataan yang muncul dari meja diplomasi kedua negara tersebut berdampak langsung terhadap psikologi pasar di seluruh dunia.
Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh bagaimana kedua negara besar tersebut mencapai kesepakatan atau justru menemui jalan buntu. Jika tensi politik global kembali meningkat, minat terhadap emas diprediksi akan semakin menguat dalam beberapa pekan ke depan. Sebaliknya, setiap sinyal positif dari meja perundingan akan menjadi penyeimbang bagi fluktuasi harga komoditas ini di lantai bursa.
Secara keseluruhan, kombinasi antara faktor moneter dan isu geopolitik masih menjadi penggerak utama harga emas dunia pada pekan ini. Para investor disarankan untuk terus memantau rilis data ekonomi terbaru serta berita diplomatik dari wilayah Timur Tengah. Dengan kondisi pasar yang masih sangat dinamis, emas tetap menjadi pilihan utama untuk mengamankan portofolio investasi di tengah ketidakpastian global.
Sumber: Beritasatu
