JABARONLINE.COM - Sporting Lisbon harus menelan pil pahit setelah gagal mempertahankan keunggulan signifikan mereka saat menjamu tim papan bawah, Tondela, pada laga yang berlangsung Rabu malam. Pertandingan ini berakhir dengan skor imbang 2-2, sebuah hasil yang sangat merugikan bagi ambisi Sporting di liga.

Insiden dramatis ini terjadi pada fase akhir pertandingan yang penuh kejutan, di mana Sporting yang sudah memimpin 2-0 harus melihat kemenangan mereka lenyap di masa tambahan waktu. Hasil ini dapat dikategorikan sebagai kehilangan poin yang sangat mahal bagi kubu tuan rumah.

Setelah melalui periode tanpa gol selama lebih dari satu jam pertandingan, Sporting akhirnya berhasil memecah kebuntuan di babak kedua. Luis Suárez menjadi pembuka keunggulan setelah menerima umpan silang akurat dari Salvador Blopa.

Suárez berhasil menyundul bola dengan baik di tiang dekat gawang lawan, mengamankan skor sementara 1-0 untuk keunggulan Sporting Lisbon. Keunggulan ini kemudian bertambah menjadi 2-0 setelah terjadi gol bunuh diri dari pihak Tondela.

Gol kedua tercipta sekitar 15 menit menjelang berakhirnya waktu normal, melibatkan bek Tondela, João Silva, yang secara tidak sengaja memasukkan bola ke gawangnya sendiri. Situasi ini membuat kemenangan Sporting tampak seperti sebuah formalitas melawan tim yang saat itu menduduki peringkat ke-17 klasemen.

Namun, ketegangan mendadak kembali memuncak pada menit ke-92 ketika pertandingan memasuki babak yang tidak terduga. Salvador Blopa, yang sebelumnya memberikan assist untuk gol pertama, justru menjadi aktor terciptanya gol bunuh diri dari tendangan sudut timnya sendiri.

Kejadian ini menjadi awal dari antiklimaks yang dramatis bagi Sporting Lisbon dan memicu harapan bagi tim tamu. Kurang dari satu menit kemudian, Tondela berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Cicero dalam tendangan sudut terakhir pertandingan tersebut.

Cicero melepaskan sundulan indah yang mengarah ke sudut jauh gawang, mengunci skor akhir menjadi 2-2 dan membuat Sporting harus puas berbagi angka. Kelengahan di menit-menit akhir ini menunjukkan kurangnya fokus pertahanan Sporting saat laga hampir usai.

Dilansir dari berbagai sumber berita, insiden ini sangat kontras dengan situasi yang mungkin dirayakan oleh tim lain seperti Benfica asuhan Mourinho atau FC Porto yang diasuh Farioli, yang mungkin meraih kemenangan di laga mereka.