Pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap fluktuasi harga bahan pokok yang terjadi pada awal bulan suci Ramadan tahun ini. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, secara tegas meminta seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk segera bertindak. Langkah ini diambil guna meredam gejolak harga yang mulai dirasakan oleh masyarakat luas di berbagai wilayah Indonesia.

Tomsi Tohir menginstruksikan agar tim di daerah tidak hanya memantau dari balik meja, melainkan turun langsung ke lapangan. Upaya pengecekan secara faktual di pasar-pasar tradisional maupun modern sangat krusial untuk memastikan ketersediaan pasokan. Stabilitas harga bahan pangan menjadi prioritas utama pemerintah demi menjaga daya beli masyarakat selama masa ibadah ini.

Kebijakan tegas ini muncul sebagai respons cepat atas laporan kenaikan harga sejumlah komoditas esensial pada pekan pertama Ramadan. Tren peningkatan harga terpantau terjadi secara merata di berbagai daerah, yang jika dibiarkan dapat memicu inflasi lebih tinggi. Kondisi ini menuntut koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait di sektor pangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat beberapa jenis bahan pokok yang mengalami lonjakan harga cukup signifikan di pasaran. Komoditas tersebut meliputi cabai rawit, cabai merah, serta daging ayam ras yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga. Selain itu, harga bawang putih dan daging sapi juga dilaporkan merangkak naik seiring meningkatnya permintaan dari konsumen.

Ketidakstabilan harga pangan berpotensi memberikan tekanan ekonomi tambahan bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Oleh karena itu, Kemendagri menekankan pentingnya pengawasan distribusi agar tidak terjadi penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Intervensi pasar yang tepat sasaran diharapkan mampu menekan harga kembali ke level yang wajar dan terjangkau bagi semua kalangan.

Jakarta menjadi pusat koordinasi di mana instruksi ini disosialisasikan secara masif kepada seluruh kepala daerah dan anggota TPID. Tomsi Tohir berharap seluruh jajaran di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota memiliki frekuensi yang sama dalam menangani isu inflasi ini. Kecepatan dalam mengambil keputusan di tingkat lokal menjadi kunci keberhasilan pengendalian harga pangan nasional selama bulan Ramadan.

Melalui pengawasan ketat dan sidak pasar yang rutin, pemerintah optimis bahwa gejolak harga pangan dapat segera diatasi dengan efektif. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi fondasi utama dalam menjaga ketenangan masyarakat selama menjalani bulan penuh berkah. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memperburuk situasi ketersediaan stok pangan di pasar.

Sumber: Beritasatu

https://www.beritasatu.com/ekonomi/2970067/kemendagri-minta-tpid-turun-cek-harga-pangan-ramadan