JABARONLINE.COM - OpenAI baru-baru ini mengumumkan bahwa India telah muncul sebagai basis pengguna terbesar untuk layanan terbaru mereka, ChatGPT Images 2.0, sejak diluncurkan minggu lalu. Perkembangan ini menandai fokus geografis yang signifikan bagi adopsi teknologi pencitraan kecerdasan buatan (AI) tersebut.
Peluncuran ChatGPT Images 2.0 ini merupakan pembaruan signifikan pada kemampuan generasi gambar buatan OpenAI. Peningkatan ini dirancang khusus untuk memproses perintah (prompt) yang lebih kompleks dan menghasilkan visual yang sangat rinci.
Salah satu fitur unggulan dari versi baru ini adalah kemampuannya untuk menghasilkan teks yang akurat di berbagai bahasa dunia. Hal ini menunjukkan kemajuan teknologi dalam mengatasi tantangan multibahasa dalam pembuatan konten visual.
Meskipun klaim dari OpenAI menunjukkan India sebagai pengguna utama, analisis data dari pihak ketiga memberikan gambaran yang berbeda mengenai skala globalnya. Data yang ditinjau oleh TechCrunch mengindikasikan respons global yang lebih terukur.
Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan keseluruhan di pasar global cenderung terbatas, meskipun terdapat lonjakan tajam di beberapa pasar negara berkembang tertentu. Ini mengindikasikan bahwa adopsi belum merata secara universal.
Pola awal yang diamati oleh perusahaan menunjukkan bagaimana pengguna di India—yang merupakan pasar terbesar mereka—memanfaatkan fitur baru ini. Mereka cenderung menggunakannya untuk membuat konten visual yang bersifat personal.
Penggunaan personal tersebut meliputi pembuatan avatar, potret bergaya khusus, dan berbagai gambar bertema fantasi. Ini menunjukkan preferensi pengguna India terhadap aplikasi kreatif dan identitas digital.
"India telah muncul sebagai basis pengguna terbesar untuk ChatGPT Images 2.0 sejak diluncurkan minggu lalu, OpenAI," kata OpenAI pada hari Kamis.
Sementara itu, tinjauan data pihak ketiga memberikan perspektif yang lebih luas mengenai penerimaan teknologi ini. "Data pihak ketiga yang ditinjau oleh TechCrunch menunjuk pada respons global yang lebih terukur, dengan pertumbuhan keseluruhan yang terbatas seiring lonjakan tajam di pasar negara berkembang tertentu," ujar TechCrunch.
