JABARONLINE.COM - Proyek strategis nasional berupa hilirisasi industri tahap kedua telah resmi diluncurkan oleh pemerintah. Proyek ambisius ini didukung oleh nilai investasi yang sangat besar, yakni mencapai Rp116 triliun, guna mengakselerasi transformasi industri berbasis sumber daya alam.

Inisiasi resmi proyek ini dilaksanakan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari peresmiannya. Presiden didampingi oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam acara peluncuran yang bersejarah tersebut.

Lokasi peresmian proyek hilirisasi tahap II ini dipusatkan di Refinery Unit IV Cilacap, sebuah kawasan vital di Provinsi Jawa Tengah. Momen ini menandai langkah konkret pemerintah dalam mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam Indonesia.

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan proyek strategis ini. INDEF menilai bahwa kelanjutan program hilirisasi membawa misi besar bagi peningkatan pendapatan negara di masa mendatang.

Direktur Program INDEF, Esther Sri Astuti, menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari nilai investasi. Menurutnya, dampak sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat merupakan kunci utama penentu keberhasilan program ini.

Esther Sri Astuti menegaskan bahwa keberhasilan program hilirisasi sangat bergantung pada sejauh mana dampak sosialnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, ujar Esther Sri Astuti.

Proyek senilai Rp116 triliun ini diharapkan mampu menciptakan lompatan besar dalam rantai nilai industri nasional. Pemerintah optimis bahwa dengan hilirisasi, nilai tambah produk ekspor akan meningkat signifikan.

Pelaksanaan proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan ekonomi nasional. Proses transformasi industri ini diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal dan meningkatkan daya saing global.

Dilansir dari BisnisMarket.com, acara peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan pemangku kepentingan sektor energi dan industri. Hal ini menunjukkan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan terhadap agenda hilirisasi.